kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

BI: Nilai tukar rupiah melemah 2,42% sepanjang kuartal ketiga


Selasa, 11 Oktober 2011 / 22:30 WIB
ILUSTRASI. Kim Jong Un eksekusi tokoh ternama di pasar mata uang Pyongyang bulan lalu karena fluktuasi nilai tukar yang tiba-tiba. KCNA/via REUTERS


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Bank sentral mengakui pelemahan nilai tukar rupiah pada kuartal ketiga 2011, khususnya selama September 2011.

"Pada kuartal ketiga 2011 nilai tukar rupiah melemah 2,42% (ptp) menjadi Rp 8.790 per dollar AS dengan volatilitas yang meningkat," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Selasa (11/11).

Adapun kurs tengah BI pada Selasa (11/11) menunjukkan nilai tukar rupiah sebesar Rp 8.940 per dollar AS. Level ini menguat 0,16% dibandingkan posisi Senin, (11/10) yakni Rp 8.955 per dollar AS.

Meski demikian, Darmin bilang, pelemahan nilai tukar rupiah masih sejalan dengan pergerakan nilai tukar mata uang negara kawasan. Tekanan terhadap rupiah antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya faktor risiko global seiring kekhawatiran pelaku pasar atas prospek ekonomi dunia. Selain itu, meningkatnya permintaan valas untuk memenuhi pembayaran impor turut menekan mata uang Garuda.

Akan tetapi, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah mengungkapkan, suplai valas dalam negeri masih terbilang cukup. Hal ini terlihat dari total ekspansi kredit dalam valas dan rupiah. Sampai dengan Agustus 2011, kredit valas sebesar Rp 53,3 triliun, sedangkan kredit rupiah sebesar Rp 212 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×