kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BI: Pelonggaran GWM averaging tambah likuiditas Rp 20 triliun ke sistem perbankan


Kamis, 18 Januari 2018 / 21:53 WIB
ILUSTRASI. Rupiah di Bank Indonesia


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempercepat penerapan pelonggaran GWM averaging pada tahun ini. Hal ini untuk meningkatkan likuditas perbankan.

Dody Budi Waluyo, Asisten Gubernur merangkap Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI bilang dengan pelonggaran GWM averaging ini bisa meningkatkan likuiditas Rp 20 triliun.

"GWM Averaging ini akan berlaku 16 Juli 2018 untuk bank umum dan 1 Oktober 2018," Dody kepada kontan.co.id, Kamis (18/1).

Dody bilang dengan adanya GWM averaging diharapkan bisa mengoptimalkan pengelolaan likuiditas dan memperdalam pasar keuangan.

Dengan adanya GWM averaging diharapkan bisa membuat bank mempunyai ruang lebih untuk mengelola likuiditas dan mendapatkan return yang lebih baik.

Selain itu dengan GWM averaging diharapkan bisa meningkatkan penyaluran kredit perbankan. Selain itu GWM averaging bisa memperdalam pasar keuangan.

Filianingsih Hendarta Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI bilang pelonggaran aturan GWM averaging ini bersifat siklikal.

"Disesuaikan dengan kondisi keuangan," kata Fili, Kamis (18/1).

Fili bilang GWM averaging ini akan diperluas implementasinya ke bank syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×