kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

BI Rate Diprediksi Tetap Ditahan, Cermati Saham Perbankan yang Menarik Dikoleksi


Minggu, 19 April 2026 / 14:28 WIB
BI Rate Diprediksi Tetap Ditahan, Cermati Saham Perbankan yang Menarik Dikoleksi
ILUSTRASI. Nasabah Bertransaksi di ATM Bank Mandiri (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli

Kendati begitu, dari perspektif pasar, Hendra melihat tekanan harga saham perbankan dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global dan aksi ambil untung investor asing, bukan karena penurunan fundamental. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga bilang pasar sudah mengantisipasi stabilitas suku bunga. Pasalnya, saat ini rupiah masih lemah dan volatilitas pasar masih tinggi. 

Apalagi, lanjut Nico, saat ini berbagai bank sentral dunia sedang fokus memperhatikan inflasi, yang berpotensi justru menaikkan tingkat suku bunga global. “Bank Sentral Eropa dan The Fed tampaknya memperlihatkan peluang tersebut,” kata Nico. 

Baca Juga: BI Rate Tetap 4,75%, Berikut Pernyataan Lengkap Gubernur BI

Oleh karena itu, Nico bilang transmisi kebijakan moneter masih menjadi kunci akselerasi fundamental perbankan. Menurutnya, sejauh ini big banks masih menjadi pilihan dari sisi fundamental maupun potensi valuasi ke depannya. 

 

Nico memasang target harga akhir tahun BBCA di level Rp 9.600, BBRI di Rp 4.380, BMRI di Rp 5.860, dan BBNI di Rp 5.000. 

Sementara itu, Hendra merekomendasikan BBCA untuk speculative buy menuju target harga Rp 6.800, sementara BMRI berpotensi menguat ke Rp 4.800, BBNI ke Rp 3.900 dan BBRI di target Rp 3.600. 

Secara keseluruhan, Hendra bilang sektor perbankan berpotensi memasuki fase pemulihan harga yang lebih sehat selama kebijakan suku bunga tetap stabil dan tekanan global mereda.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Susut Usai Pengumuman BI Rate, Simak Rekomendasi Analis

“Kondisi ini membuka peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham perbankan berfundamental kuat yang sebelumnya mengalami koreksi,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×