kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BI Rate Naik, Sejumlah Bank Menambah Biaya Pencadangan


Selasa, 30 April 2024 / 00:56 WIB
BI Rate Naik, Sejumlah Bank Menambah Biaya Pencadangan
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah di kantor cabang BCA Thamrin Jakarta, Jumat (2/7). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/07/2021.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu Bank Negara Indonesia (BNI) juga akan menjaga kualitas kreditnya tahun ini agar biaya pencadangan bank tidak terlalu besar.

Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini mengatakan kualitas kredit perseroan pada Kuartal I-2024 terlihat semakin membaik, yang tergambar dari penurunan rasio NPL dan rasio LaR.

Dalam rinciannya, rasio NPL gross pada akhir kuartal I-2024 turun ke level 2,0%, jauh lebih rendah daripada kuartal I-2023 yang tercatat 2,8%. Berikutnya, rasio Loan at Risk turun ke level 13,3% dari tahun sebelumnya pada level 16,3%.

Adapun jika melihat laporan keuangan BNI, nilai pencadangan secara konsolidasi tercatat menurun sekitar 2% dari Rp 47,16 triliun menjadi Rp 46,34 triliun pada Kuartal I-2024. Penurunan pencadangan ini alhasil mampu mempertahankan rasio bunga bersih atau net interest margin (NIM) berada di level 4% pada akhir Maret 2024, meski menurun dari tahun lalu yang sebesar 4,68%.

"Kami menyadari adanya tren kenaikan suku bunga yang berdampak pada kenaikan biaya dana pada kuartal I-2024, sehingga terjadi penurunan margin. Namun demikian margin bunga bersih (NIM) masih dapat dijaga pada level 4%," kata Novita dalam paparan kinerja BNI, Selasa (29/4).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×