kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BI: Rupiah stabil jika harga BBM jadi naik


Rabu, 12 Juni 2013 / 19:30 WIB
BI: Rupiah stabil jika harga BBM jadi naik
ILUSTRASI. perumahan citra indah city Jonggol Jawa Barat (11/1/2019). Insentif Pajak Properti Sokong Kinerja CTRA, Ini Rekomendasikan Analis.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Bank Indonesia menilai, pelemahan rupiah akan terhenti jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi naik. Sebab, pasar menjadi gamang karena pemerintah tak kunjung menaikkan harga BBM bersubsidi. 

"Kalau langkah pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2013 dapat difinalisasi dan penyesuaian harga BBM dapat dilakukan, kondisi kita di kuartal tiga dapat lebih baik," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, Rabu (12/6).

Cuma, Agus menyadari, rupiah melemah bukan hanya karena kenaikan harga BBM bersubsidi yang tertunda-tunda tetapi juga karena defisit neraca pembayaran yang cukup besar. Namun, BI akan terus menjaga posisi nilai tukar bisa mencerminkan fundamental perekonomian.

Agus menyatakan bahwa BI tidak akan merespon pelemahan Rupiah dengan satu instrumen saja. Namun pihaknya akan melakukan bauran kebijakan. BI sudah mendiskusikan langkah-langkah ini dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×