kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

BI tetap melanjutkan intervensi valuta asing


Kamis, 31 Mei 2012 / 16:24 WIB
BI tetap melanjutkan intervensi valuta asing
ILUSTRASI. Emiten tembakau dan rokok PT Indonesian Tobacco Tbk berencana melepas 29,13% saham dari modal yang disetor penuh atau setara dengan 276,06 juta lembar saham.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Edy Can

JAKARTA. Bank Indonesia mengakui tetap mengintervensi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengaku tidak menahan intervensi tersebut. "Tapi eksportit kita agak mengurangi menjual valasnya," katanya, Kamis (31/5).

Darmin mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan rupiah melemah. Pertama, faktor eksternal yakni ketidakpastian ekonomi di Eropa. Isu bakal keluarnya Yunani dari Uni Eropa menyebabkan investor memilih menempatkan dana mereka dalam safe haven seperti dollar termasuk para eksportir dalam negeri yang lebih memilih menahan dollarnya dulu dalam simpanan valas.

Faktor kedua, jatuh temponya utang luar negeri swasta yang cukup besar pada akhir Mei sehingga terjadi peningkatan permintaan terhadap dollar AS. Faktor ketiga, repatriasi dividen. Menurut Darmin, perusahaan swasta yang dimiliki investor asing mulai mengirimkan dividen ke negara asal investor.

Direktur Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A Johansyah menambahkan, setiap menjelang pertengahan tahun kebutuhan dolar memang meningkat. "Tapi faktor utamanya tetap menguatnya dolar di seluruh dunia. Ada ekspektasi dolar menguat maka banyak yang memborong dolar dan yang punya dolar tidak mau lepas," papar Difi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×