kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

BI: Transparansi SDBK pengaruhi turunnya bunga


Selasa, 09 April 2013 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. Simak kurs dollar rupiah di Bank Mandiri hari ini, Jumat 5 November 2021./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/0411/2021.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Sejak beberapa bulan lalu, Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk membuat transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK). Hal ini ternyata dinilai berdampak baik bagi penurunan bunga kredit perbankan.

"Kita lihat perkembangan dengan SDBK itu sangat positif," ucap Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis, di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa, (9/4).

Dengan itu, nasabah bisa membandingkan suku bunga antara satu bank dengan bank lainnya. Sehingga calon debitur bisa mencari peluang yaitu bank mana yang memberikan suku bunga paling murah.

Disebut Irwan, saat ini nasabah cukup mendapatkan informasi. Sehingga mereka peduli pada suku bunga satu bank dengan bank lain. Bahkan, saat ini calon debitur bisa melakukan negosiasi bila ada selisih SDBK 0,5 atau 1% dengan bank lain.

Irwan mengatakan, pihaknya berharap bisa terjadi kompetisi pasar yang dapat menurunkan suku bunga. Nantinya, BI menginginkan SBDK dapat terbentuk berdasarkan harga pasar. Sehingga ada keseimbangan pemberian harga dari bank terhadap permintaan pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×