kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

BI: Volume Transaksi QRIS Melonjak 95%, Pembayaran Digital Tembus 5,22 Miliar


Kamis, 18 Juni 2026 / 16:32 WIB
BI: Volume Transaksi QRIS Melonjak 95%, Pembayaran Digital Tembus 5,22 Miliar
ILUSTRASI. BI mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026 atau tumbuh 28,14% secara tahunan (DOK/BRI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh tinggi pada Mei 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh semakin luasnya penggunaan instrumen pembayaran digital, terutama Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan volume transaksi pembayaran digital mencapai 5,22 miliar transaksi pada Mei 2026 atau tumbuh 28,14% secara tahunan (year on year/YoY).

“Pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Usai Laba Cetak Rekor, Amar Bank Bagi Dividen Rp 110 Miliar dengan Potensi Yield 3%

Menurut Perry, pertumbuhan transaksi digital didorong oleh semakin luasnya akseptasi pembayaran digital di berbagai sektor.

Dari sisi kanal transaksi, volume transaksi melalui aplikasi mobile banking tumbuh 26,16% YoY. Sementara transaksi melalui internet banking meningkat 15,51% YoY.

Adapun transaksi QRIS masih menjadi motor utama pertumbuhan pembayaran digital. Volume transaksi QRIS melonjak 95,10% YoY seiring bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.

“Pertumbuhan transaksi QRIS yang tinggi didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” kata Perry.

Di sisi infrastruktur sistem pembayaran, BI juga mencatat kinerja positif layanan BI-Fast. Hingga Mei 2026, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-Fast mencapai 518 juta transaksi atau tumbuh 31,63% YoY.

Nilai transaksi yang diproses melalui BI-Fast mencapai Rp 1.265 triliun pada periode tersebut.

Baca Juga: BI Optimistis Kredit Perbankan Tumbuh Dua Digit pada Tahun 2026

Sementara itu, transaksi nilai besar melalui sistem BI-RTGS juga masih mencatat pertumbuhan. Volume transaksi BI-RTGS mencapai 0,78 juta transaksi atau meningkat 1,98% YoY.

Dari sisi nominal, nilai transaksi BI-RTGS tumbuh 8,08% YoY menjadi Rp 15.618 triliun pada Mei 2026.

Selain transaksi digital, permintaan uang kartal juga masih meningkat. BI mencatat Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 15,80% YoY menjadi Rp 1.324 triliun pada Mei 2026.

Perry menegaskan, pertumbuhan transaksi digital yang tetap tinggi menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih terjaga dan semakin didukung oleh digitalisasi sistem pembayaran nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×