kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

BI: Waspada uang palsu menjelang pemilu


Selasa, 11 Februari 2014 / 06:30 WIB
BI: Waspada uang palsu menjelang pemilu
ILUSTRASI. Promo KFC tukar struk Super Breakfast Combo dapat diskon 50% Super Besar 1 (Dok/KFC)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MALANG. Jelang Pemilu 2014, peredaran uang palsu diperkirakan akan kembali marak, menyusup di sela beragam transaksi terkait pemenuhan kebutuhan untuk penyelenggaraan dan pemenangan dalam pesta demokrasi itu.

"Awas, jelang Pemilu Legislatif atau Pemilu marak uang palsu. Bank Indonesia Malang, siap mengantisipasi peredaran uang palsu yang diduga akan marak beredar di momentum Pemilu 2014," kata Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Malang, Dudi Herawadi, Senin (10/2/2014), di Kota Malang, Jawa Timur.

Menurut Dudi, BI akan gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat guna mencegah peredaran uang palsu tersebut. "Kami sudah mulai melakukan sosialisasi antisipasi peredaran uang palsu itu sejak minggu ini," kata dia.

Dudi mengatakan berdasarkan data selama ini, peredaran uang palsu tercatat meningkat tajam setiap kali pesta demokrasi digelar. Peningkatan tajam itu, ujar dia, diperkirakan terkait dengan peningkatan transaksi untuk kebutuhan pemenangan pemilu. "(Dan) karena masyarakat masih belum tahu jelas uang asli atau tidak."

Masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah, kata Dudi, mayoritas masih belum bisa membedakan mana uang asli dan palsu. "Untuk itu, BI Malang siap bekerja sama dengan sejumlah pihak termasuk kepolisian guna mencegah peredaran uang palsu itu," ujar dia.

Namun, Dudi mengatakan sampai saat ini kantornya belum menerima laporan soal peredaran uang palsu di Kota Malang. "Memang belum ada laporan tapi tak salah bila kita antisipasi sejak dini," ujar dia. (Kontributor Malang, Yatimul Ainun)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×