kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

BI waspadai potensi inflasi di masa mendatang


Rabu, 05 Januari 2011 / 15:43 WIB
BI waspadai potensi inflasi di masa mendatang


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Meski Bank Indonesia (BI) belum menggerakan suku bunga acuannya dari level 6,5%, bank sentral ini mengaku mewaspadai tekanan inflasi yang cenderung meningkat ke depannya.

Potensi inflasi ini bisa tumbuh seiring dengan gangguan pasokan bahan-bahan kebutuhan pokok (volatile foods) dan kemungkinan penyesuaian harga-harga yang ditetapkan pemerintah (administered prices). "BI berpandangan bahwa kenaikan ekspektasi inflasi akan dapat diminimalisir apabila dilakukan peningkatan efektivitas produksi, distribusi dan ketersidiaan bahan pokok ditingkat nasional dan daerah," kata Darmin.

BI juga berkomitmen mengawal sisi moneter dan makro secara prudensial dengan cara mengendalikan likuiditas dan capital inflows. Beberapa kebijakan yang pernah dilakukan BI antara lain kenaikan GWM (rupiah dan valas), one month holding period (OMHP) terhadap SBI, dan pembatasan pinjaman luar negeri jangka pendek bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×