Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Biaya dana atau cost of fund (CoF) bank digital masih menghadapi tekanan hingga akhir tahun. Persaingan menghimpun dana masyarakat yang ketat membuat sejumlah bank digital masih menawarkan bunga deposito relatif tinggi.
Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, CoF PT Bank Jago Tbk (ARTO) meningkat dari 3,5% pada Juni 2026 menjadi 3,8% pada Agustus 2026. Perseroan memperkirakan CoF masih akan meningkat menjadi sekitar 4%-4,1% hingga akhir tahun.
"Cost of fund bank kita di bulan Juni ini sebesar 3,5% dan kami melihat hingga di bulan Agustus kemarin meningkat sebesar 3,8%. Jadi hingga akhir tahun kami perkirakan masih akan ada peningkatan menjadi sekitar 4% atau 4,1% jika kondisi tetap seperti yang saat ini," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: OJK Soroti Special Rate Deposito, Bank Diminta Tak Agresif Berebut Dana
Menurut Supranoto, tekanan biaya dana tersebut bukan hanya terjadi di Bank Jago, tetapi juga menjadi tantangan bagi industri perbankan secara keseluruhan.
Hal itu tercermin dari kenaikan beban bunga sejumlah bank digital hingga Juli 2026. Beban bunga Bank Jago naik 25,85% secara tahunan menjadi Rp 642,52 miliar. Krom Bank mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 113,76% menjadi Rp 448,21 miliar. Sementara itu, beban bunga Amar Bank meningkat 97,19% menjadi Rp 95,33 miliar dan Allo Bank naik 10,86% menjadi Rp 238,85 miliar.
Di tengah kondisi tersebut, bunga deposito bank digital masih relatif tinggi. Mengutip situs resmi masing-masing bank pada Senin, (21/9/2026), Allo Bank menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun. Amar Bank menawarkan bunga hingga 7%, sedangkan Bank Jago menawarkan hingga 6,25% per tahun. Adapun Krom Bank menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun melalui produk Krom Max, sementara Krom Flex menawarkan bunga hingga 7,5% per tahun.
Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan, perseroan masih menghadapi tekanan biaya dana seiring persaingan penghimpunan dana masyarakat yang tetap ketat.
"Tekanan terhadap biaya dana memang masih ada, terutama karena persaingan untuk mendapatkan dana masyarakat tetap cukup tinggi," ujar Anton kepada Kontan, Senin (21/9/2026).
Untuk menjaga biaya dana, Krom terus mendorong pertumbuhan Current Account Savings Account (CASA) dan transaksi nasabah serta menjaga pricing dana secara prudent. Menurut Anton, pergerakan bunga deposito tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, tetapi juga kebijakan Bank Indonesia, kondisi likuiditas domestik, nilai tukar rupiah, serta kebutuhan pendanaan masing-masing bank.
Sementara itu, Kepala Research and Product Development LPPI Trioksa Siahaan menilai, tekanan terhadap biaya dana bank digital masih akan berlanjut. Persaingan mendapatkan dana masyarakat tetap ketat, sementara ketergantungan terhadap deposito berbunga tinggi masih relatif besar.
"Menurut saya, biaya dana bank digital masih cenderung tertekan naik karena persaingan DPK tetap ketat dan ketergantungan pada deposito berbunga tinggi relatif besar," kata Trioksa kepada Kontan, Senin (21/9/2026).
Trioksa mengatakan, kenaikan CoF hingga akhir tahun diperkirakan berlangsung secara bertahap dalam kisaran puluhan basis poin, bukan melonjak tajam. The Fed pada 16 September 2026 menaikkan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75%-4%. Kenaikan suku bunga tersebut membuat ruang penurunan bunga deposito bank digital semakin terbatas.
"Kenaikan suku bunga The Fed akan membuat ruang penurunan bunga deposito bank digital semakin terbatas, karena bank tetap perlu menjaga daya tarik dana masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan global," kata Trioksa.
Trioksa mengatakan, bunga deposito bank digital masih akan relatif tinggi karena bank perlu menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Namun, ruang untuk mempertahankan bunga tinggi akan bergantung pada kondisi likuiditas, kebutuhan pendanaan dan kemampuan masing-masing bank dalam meningkatkan dana murah atau CASA.
Menurut Trioksa, bank digital yang memiliki CASA dan ekosistem transaksi yang kuat akan lebih mampu menahan tekanan kenaikan CoF dibandingkan bank yang masih bergantung pada deposito berbunga tinggi.
Baca Juga: Ketimpangan Peserta Aktif dan Pensiunan Jadi Tantangan Dana Pensiun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














