kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.767   6,00   0,03%
  • IDX 6.440   -22,69   -0,35%
  • KOMPAS100 842   -10,36   -1,22%
  • LQ45 640   -8,70   -1,34%
  • ISSI 226   1,56   0,70%
  • IDX30 355   -4,86   -1,35%
  • IDXHIDIV20 444   -5,50   -1,22%
  • IDX80 96   -1,20   -1,23%
  • IDXV30 123   -1,07   -0,86%
  • IDXQ30 115   -1,64   -1,41%

Dana Pensiun BTN Sebut Terbuka Peluang Meningkatkan Kinerja RoI hingga Akhir Tahun


Jumat, 18 September 2026 / 12:42 WIB
Dana Pensiun BTN Sebut Terbuka Peluang Meningkatkan Kinerja RoI hingga Akhir Tahun
ILUSTRASI. Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan Tumbuh 6,7% secara Tahunan (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang merupakan penyelenggara Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) menilai masih terbuka peluang bagi dana pensiun untuk meningkatkan kinerja Return on Investment (RoI) hingga akhir tahun ini.

Direktur Dana Pensiun (Dapen) BTN, Palwoto mengatakan hal itu sejalan dengan masih berlangsungnya periode investasi tahun ini, serta adanya peluang untuk melakukan optimalisasi pengelolaan portofolio.

Dalam upaya mengoptimalkan peluang dan meningkatkan kinerja RoI, Palwoto menerangkan fokus Dana Pensiun BTN tetap diarahkan pada optimalisasi portofolio secara selektif dan prudent, dengan mempertimbangkan sejumlah faktor. 

"Faktornya, yakni kebutuhan pemenuhan kewajiban jangka panjang melalui pendekatan Asset Liability Matching, kesesuaian dengan ketentuan regulator dan kebijakan investasi yang berlaku, serta tetap memperhatikan risk-return profile dari setiap instrumen," katanya kepada Kontan, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Dapen BTN Beberkan Beberapa Kelebihan Instrumen SRBI bagi Dana Pensiun

Lebih lanjut, Palwoto mengatakan kinerja investasi, khususnya RoI Dana Pensiun BTN, hingga Juli 2026 masih sejalan dengan Roadmap Dana Pensiun BTN maupun rencana bisnis, dengan perkembangannya dipengaruhi dinamika pasar, serta strategi taktis dalam pengelolaan portofolio investasi pada masing-masing instrumen.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menilai masih terdapat ruang peningkatan RoI dana pensiun hingga akhir 2026. Dalam menyikapi peluang itu, dia mendorong dana pensiun untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan aset dan liabilitas yang baik, serta melakukan diversifikasi investasi sesuai profil risiko dan ketentuan yang berlaku.

Sebagai informasi, OJK mencatat, RoI dana pensiun sempat mengalami tekanan atau menurun dari sebesar 0,51% per Mei 2026, menjadi sebesar 0,02% per Juni 2026. Namun, kondisi RoI dana pensiun menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 0,95% per Juli 2026. 

Baca Juga: Alokasi Dana Pensiun Konvensional di SRBI Meningkat, Ini Kata Dapen BTN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×