kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.878.000   -40.000   -1,37%
  • USD/IDR 16.901   42,00   0,25%
  • IDX 8.310   97,96   1,19%
  • KOMPAS100 1.169   11,37   0,98%
  • LQ45 839   8,86   1,07%
  • ISSI 297   2,12   0,72%
  • IDX30 438   6,14   1,42%
  • IDXHIDIV20 525   8,40   1,63%
  • IDX80 130   1,09   0,85%
  • IDXV30 143   1,04   0,73%
  • IDXQ30 141   2,01   1,45%

Biaya Provisi Melonjak, BTN Perkuat Coverage Ratio dan Manajemen Risiko


Rabu, 18 Februari 2026 / 17:24 WIB
Biaya Provisi Melonjak, BTN Perkuat Coverage Ratio dan Manajemen Risiko
ILUSTRASI. Layanan produk BTN (KONTAN/Baihaki) Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat lonjakan beban pencadangan 205,1% secara tahunan menjadi Rp 6,1 triliun


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT  Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat lonjakan beban pencadangan  205,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 6,1 triliun dari Rp 2,02 triliun di 2024.

Direktur Manajemen Risiko BTN Setiyo Wibowo menilai, kenaikan biaya pencadangan sebagai strategi kehati-hatian guna memperkuat ketahanan neraca di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.

"BTN sebetulnya telah menunjukkan perbaikan kualitas portofolio kredit. Hal ini tercermin dari tren penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) serta indikator risiko yang semakin membaik. Namun, BTN tetap memilih meningkatkan provisi sebagai langkah antisipatif," kata Setiyo kepada kontan.co.id, Jumat (13/2).

Sepanjang 2025, cost of credit bank berkode saham BBTN ini tercatat sekitar 1,6% dengan tujuan memperkuat coverage ratio hingga berada di atas 123%. Adapun NPL terjaga di level 3,1%.

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT AMB Insurance Broker

Menurut Setiyo, strategi pencadangan yang lebih kuat diperlukan untuk menjaga fundamental bank dalam jangka menengah hingga panjang, terutama menghadapi ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.

Memasuki 2026, Setiyo menilai kondisi makroekonomi masih penuh tantangan. Kendati demikian, perseroan optimistis kualitas aset akan terus membaik seiring portofolio kredit yang lebih sehat dan pencadangan yang semakin kuat.

BTN pun menargetkan rasio NPL dapat ditekan di bawah 3% serta coverage ratio meningkat bertahap mendekati 130%.

Untuk menjaga kualitas kredit sekaligus mengendalikan biaya provisi, BTN menjalankan sejumlah strategi. Di antaranya otomasi proses kredit berbasis data analytics dan artificial intelligence guna meningkatkan kualitas underwriting serta sistem peringatan dini.

Selain itu, bank memperkuat manajemen penagihan dengan pendekatan lebih granular berbasis segmentasi risiko, serta meningkatkan monitoring portofolio kredit secara end-to-end agar respons terhadap potensi penurunan kualitas kredit bisa lebih cepat.

"Dengan kombinasi penguatan pencadangan, transformasi proses berbasis teknologi, serta perbaikan kualitas portofolio, BTN optimistis mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah tekanan ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan bisnis ke depan," imbuhnya.

Baca Juga: Strategi Amartha Perluas Adopsi dan Tingkatkan Transaksi Dompet Digital

Selanjutnya: Aktivitas Ekonomi Meningkat, Menkeu Purbaya Yakin Utang Swasta Naik Tahun Ini

Menarik Dibaca: 6 Tanda pada Tubuh jika Kesehatan Usus Bermasalah, Apa Saja?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×