Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja perbankan tanah air masih terhambat oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang tumbuh mini bahkan ada yang minus.
PT Bank Central Asia (BCA) misalnya, mencatatkan pendapatan bunga bersih mencapai Rp 85,4 triliun pada 2025 atau tumbuh 4,1% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 82 triliun. Adapun secara kuartalan pertumbuhannya hanya 0,9%.
Pada tahun 2025 lalu, pertumbuhan kredit BCA mencapai Rp 979,69 triliun, naik 7,53% yoy, dengan pertumbuhan laba 4,94% mencapai Rp 57,56 triliun.
Selanjutnya, pendapatan bunga bersih PT Bank Mandiri hanya tumbuh 4,38% mencapai Rp 106,21 triliun pada 2025 dari Rp 101,75 di 2024. Pada 2025 laba bank berkode saham BMRI ini juga hanya tumbuh 0,92% mencapai Rp 56,29 triliun.
Bahkan pendapatan bunga bersih PT Bank Negara Indonesia (BNI) terlihat minus 0,36% yoy di 2025 lalu mencapai Rp 40,33 triliun dari Rp 40,48 triliun di 2024. Laba bersih BNI juga susut 6,63% pada 2025 menjadi Rp 20,04 triliun.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan pada umumnya, kinerja industri perbankan akan sejalan dengan kondisi perekonomian. BCA senantiasa mengoptimalkan pendapatan dari segala lini bisnis.
Baca Juga: Pertumbuhan Pendapatan Bunga Dorong Kinerja Bank Digital Moncer pada Agustus 2025
"Kami berkomitmen mendorong penyaluran kredit berbagai sektor, serta memperkuat platform perbankan transaksi," kata Hera kepada Kontan.co.id.
Terkait dengan prospek ke depan, pihaknya berharap tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun.
"Kami akan terus memantau perkembangan pasar dan ekonomi, serta menyesuaikan strategi untuk menjaga pertumbuhan yang stabil," ujar Hera.
BCA berkomitmen terus mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor secara pruden, sekaligus mempertimbangkan prinsip-prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko disiplin.
Pendapatan bunga bersih PT Bank Permata juga terlihat minus 1,97% di 2025 lalu atau sebesar Rp 10,02 triliun. Laba bersihnya hanya tumbuh 0,59% mencapai Rp 3,58 triliun pada Desember 2025.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli mengatakan, Bank Permata terus menjaga disiplin manajemen risiko serta fokus pada kebutuhan nasabah untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan.
Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan Indonesia sepanjang tahun 2025, Permata Bank disebut terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan.
Baca Juga: Beban Bunga Naik 7,6% di Juli 2025, BCA Optimalkan CASA Buat Dongkrak Pendapatan
PT Bank OCBC NISP (NISP) mencatatkan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) mencapai Rp 10,94 triliun, atau minus 1% yoy pada Desember 2025.
Sebelumnya Hartati, Direktur OCBC mengatakan, pendapatan bunga bersih dipengaruhi terutama oleh permintaan kredit dan tingkat suku bunga acuan.
Seperti diketahui, penyaluran kredit NISP pada 2025 hanya tumbuh 2% YoY menjadi Rp 173,37 triliun. Adapun laba bersih Bank OCBC NISP pada 2025 mencapai Rp 5,05 triliun, tumbuh 4% YoY.
"Ke depan, kami berharap permintaan kredit akan membaik dan penyesuaian cost of fund dapat dilakukan secara bertahap," ungkap Hartati.
Menurutnya, saat ini fokus perusahaan adalah mengakselerasi pertumbuhan CASA. Di sisi lain, pihaknya juga terus mendorong penyaluran kredit yang berkelanjutan dengan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian.
Senior Vice President LPPI, Trioksa Siahaan menilai, penyebab pendapatan bunga bersih perbankan yang masih tumbuh terbatas dikarenakan pertumbuhan kredit yang melambat ddan kenaikan biaya dana.
"Tren ke depan, dengan adanya relaksasi BI Rate, tekanan biaya dana akan berkurang, sehingga pendapatan bunga bersih dapat kembali naik," katanya.
Trioksa pun menyarankan perbankan untuk memperkuat CASA dan mengelola biaya dana dengan baik demi mengoptimalkan pendapatan bunga.
Baca Juga: Perbankan Andalkan Pendapatan Non Bunga di Tengah Lesunya Kredit
Selanjutnya: Danone Perkuat Strategi Digital, Optimalkan E-Commerce di Tengah Persaingan FMCG
Menarik Dibaca: Provinsi Ini Hujan Amat Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (19/2)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)