Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengarahkan revisi rencana bisnis bank (RBB) demi mengerek pertumbuhan kredit tahun ini. Namun, Bank Mandiri memilih mempertahankan target sesuai RBB yang telah diumumkan.
OJK menargetkan pertumbuhan kredit di rentang 10%–12% pada tahun 2026. Untuk mencapainya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut pihaknya terus melancarkan negosiasi dengan perbankan untuk mematok target pertumbuhan kredit yang lebih tinggi.
“Kalau growth di perbankan itu kita akan fokus ke individu bank, itu mengapa negosiasi terkait pertumbuhan kredit ini terus berlangsung. Diupayakan agar lebih tinggi,” kata Dian pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) awal bulan ini.
Lebih lanjut, ia bilang pertumbuhan kredit didorong secara merata di seluruh jenis kredit, termasuk korporasi hingga UMKM.
Baca Juga: OJK Sebut Bank Muamalat Masih Menarik bagi Investor
Terkait itu, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan pihaknya masih mempertahankan target pertumbuhan kredit di level 7%–9% untuk tahun 2026. Namun begitu, ia tak menutup kemungkinan revisi di waktu depan nanti.
“RBB kami sudah sampaikan Desember kemarin, jadi kami teruskan dengan RBB yang sekarang. Nanti Juni mungkin baru kami lihat perkembangannya untuk revisi atau tidak,” ujar Riduan saat ditemui di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Lagipula, lanjut Riduan, pada realisasinya Bank Mandiri selalu mencetak kinerja di atas target. Memang, pada 2025 saja Bank Mandiri memasang target pertumbuhan kredit di level 8%–10%. Asal tahu saja, target itu sudah direvisi pada kuartal II-2025 dari sebelumnya 10%–12%.
Baca Juga: OJK Tegaskan Jual Beli Rekening Ilegal, Bank Diminta Perketat Pengawasan
Namun begitu, Bank Mandiri berhasil menumbuhkan kredit hingga 13,4% pada tahun penuh 2025, mencapai Rp 1.895 triliun. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen bisnis.
Mengutip materi paparan kinerja bank, target pertumbuhan kredit yang lebih landai di level 7%–9% tahun ini sejalan dengan ekspansi kredit yang selektif dan berfokus pada profitabilitas untuk mendukung posisi permodalan yang optimal serta imbal hasil yang berkelanjutan.
Dari sisi profitabilitas, bank menargetkan rasio margin bunga bersih (net interest margin/NIM) di level 4,6%–4,8%, sementara beban kredit (cost of credit/COC) di level 0,6%–0,8%.
Selanjutnya: Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 lewat Aplikasi Pintar BI, Ini Jadwalnya
Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Cilegon, Lengkap dengan Waktu Sholat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)