kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.029.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Biaya Tenaga Kerja Bank Digital Melonjak, Siapa Paling Tinggi?


Sabtu, 12 November 2022 / 19:49 WIB
Biaya Tenaga Kerja Bank Digital Melonjak, Siapa Paling Tinggi?
ILUSTRASI. Penggunaan aplikasi perbankan digital.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank-bank digital di Tanah Air terus memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi persaingan di ranah digital. Itu membuat beban tenaga kerja bank-bank yang masih seumur jagung itu mengalami sangat tinggi sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Melansir laporan keuangan kuartal III-2022, Sabtu (12/11) semua bank digital kompak mencatatkan peningkatan beban tenaga kerja secara signifikan. Kenaikan terbesar dialami oleh PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), disusul PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), lalu Bank BCA Digital, SeaBank, PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) , PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan paling buntut PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).

Allo Bank menggelontorkan biaya tenaga kerja sebesar Rp 54,08 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, naik 125% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 25,27 miliar.

Baca Juga: Berapa Biaya Promosi yang Digelontorkan Bank Digital untuk Menjaring Nasabah?

Beban tenaga kerja menambah kenaikan beban operasional bank milik pengusaha Chairul Tanjung ini di samping beban promosi yang juga meningkat pesat dari Rp 108 juta pada sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp 90,13 miliar.

Kendati begitu, bank yang konversi dari bank tradisional menjadi bank digital sejak pertengahan tahun 2022 masih membukukan kinerja positif sepanjang sembilan bulan tahun ini. Laba bersihnya naik dari Rp 22,9 miliar menjadi Rp 209 miliar.

Sedangkan Bank Aladin telah mengeluarkan biaya tenaga kerja Rp 107,2 miliar hingga September 2022, melonjak 118,3% dari posisi yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 49,5 miliar.

Perseroan mencatatkan kinerja negatif sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini atau rugi Rp 146,4 miliar, naik dari rugi Rp 60,7 miliar pada tiga kuartal pertama tahun lalu.

Baca Juga: Ini Faktor Pendorong Bisnis Dompet Digital Semakin Melesat

Biaya tenaga kerja BCA Digital meningkat 106% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 70,12 miliar. Kinerja anak usaha BCA ini masih negatif dalam sembilan bulan pertama tahun ini, namun rugi yang ditanggung sudah melandai dari Rp 38,15 miliar menjadi Rp 18,23 miliar.

BNC dalam tiga kuartal tahun ini sudah mengeluarkan biaya tenaga kerja sebesar Rp 179,89 miliar, naik 64% secara tahunan. Perseroan masih menanggung rugi cukup besar hingga September 2022 yakni Rp 601,17 miliar, naik dari kerugian pada sembilan bulan pertama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 264,6 miliar.

Adapun Bank Jago menggelontorkan biaya tenaga kerja Rp 203,546 miliar, naik 54,9% YoY dari Rp 131,443 miliar dari tiga triwulan pertama tahun 2021. NAmun, bank ini sudah mulai mencetak laba bersih sebesar Rp 32,47 miliar.

Bank Raya mencatat kenaikan biaya tenaga kerja sebesar 32% YoY menjadi Rp 227,5 miliar per September 2022. Adapun Bank Seabank belum merilis laporan keuangan kuartal III 2022, tetapi sepanjang semester I tahun ini perseroan telah mengeluarkan biaya untuk karyawan Rp 121,8 miliar atau naik 98,3% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×