kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Bila pasar modal stabil, Sequis yakin laba bisa tumbuh hingga 80% di akhir tahun


Selasa, 18 Juni 2019 / 20:45 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jiwa Sequis Life berharap kondisi pasar modal di Indonesia dapat terjaga hingga akhir tahun. President Director & CEO Sequis Tatang Wijaya menyebut bila kondisi pasar modal stabil maka perusahaan mampu meraup pertumbuhan pencapaian laba hingga 70%-80% di penghujung 2019.

"Masalahnya adalah bila kita terlalu banyak menjual produk tradisional seperti tahun lalu maka akan banyak memakan laba kita. Berbeda dengan unitlink yang mendominasi premi. dampaknya tidak akan terlalu besar," ujar Tatang di Sequis Center, Jakarta, Selasa (18/6).

Oleh sebab itu, Sequis menargetkan hingga akhir tahun unitlink mampu memberikan kontribusi hingga 60%-70% dari total premi tahun ini. Hingga saat ini, kontribusi unitlink sudah mencapai 55%. Padahal pada akhir tahun lalu masih 25%. 

Tatang menyebut mudah saja bagi Sequis mengatur komposisi portofolio. Lantaran agen sudah siap untuk menjual produk tradisional maupun unitlink.

Hingga Maret 2019, laba bersih Sequis mencapai Rp 289,86 miliar. Nilai laba bersih ini tumbuh 283,82% dari pencapaian tahun 2018 Rp 85,55 miliar. Laba bersih pada akhir 2018 senilai Rp 613,9 miliar.

Adapun lonjakan laba bersih di kuartal I-2019 terjadi karena adanya lonjakan hasil investasi. Pada Maret tahun ini hasil investasi mencapai Rp 523,51 miliar. Jauh membaik dibandingkan Maret 2018 lalu yang merugi Rp 71,58 miliar.

"Sumber profit dan pendapatan kami banyak datang dari berbagai hal. Misal hasil investasi, biaya asuransi, biaya operasional," pungkas Tatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×