kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bima Finance keberatan pada PMK fidusia


Selasa, 11 September 2012 / 20:51 WIB
Bima Finance keberatan pada PMK fidusia
ILUSTRASI. Baru-baru ini Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan permodalan bagi penyedia jasa pembayaran seperti dompet digital.


Reporter: Mona Tobing |

JAKARTA. Pelaku Multifinance keberatan jika Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Fidusia berlaku pada Oktober ini. Aturan itu dikhawatirkan akan mengurangi minat konsumen dalam mengajukan pembiayaan.

Ninoy T Matheus, Direktur Utama PT Bima Multi Finance (Bima Finance), mengatakan pada praktiknya biaya pendaftaran fidusia jauh lebih besar dibandingkan dengan tertulis secara resmi.

"Bisa saja biaya membengkak sekalipun tertulis Rp 75.000 bisa menjadi Rp 250.000 untuk motor. Sedangkan mobil bisa saja lebih dari Rp 1 juta," terang Ninoy pada hari ini (11/9).

Biaya yang membengkak berasal dari biaya notaris dan administrasi. Di beberapa kota yang tidak memiliki Kantor Kementerian Hukum dan HAM, multifinance bahkan mengeluarkan biaya tambahan karena harus keluar kota untuk mendaftarkan fidusia. Ninoy berharap agar, asosiasi dan pelaku industri dapat berjuang untuk mengkaji ulang aturan PMK tersebut.

Sekadar informasi, fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda. Pembiayaan dengan jaminan fidusia akan mengalihkan kepemilikan kendaraan bermotor dari konsumen kepada multifinance sampai cicilan pinjaman tersebut lunas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×