kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bisnis anjak piutang hanya naik tipis


Kamis, 16 September 2010 / 09:10 WIB


Reporter: Roy Franedya | Editor: Test Test

JAKARTA. Pertumbuhan bisnis pembiayaan anjak piutang (factoring) di pertengahan tahun ini masih rendah jika dibandingkan dengan bisnis pembiayaan konsumen dan sewa guna usaha. Padahal, pasar bisnis ini masih terbilang besar karena pemain yang sedikit.

Berdasarkan data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) per Juli 2010, nilai penyaluran pembiayaan anjak piutang multifinance sebesar Rp 2,08 triliun. Angka ini hanya meningkat 1,96% dibandingkan periode yang sama di 2009 sebesar Rp 2,04 triliun. Bila dibandingkan dengan awal tahun, bisnis ini tumbuh 3,53%.

Direktur Utama Bukopin Finance, Chairul Anwar, mengatakan, rendahnya pertumbuhan bisnis anjak piutang di Indonesia karena bisnis ini beresiko cukup besar. "Hal ini membuat banyak bank tidak bersedia membeli warkat yang dikeluarkan multifinance untuk membiayai anjak piutang," ujar dia, (15/9).

Selain itu, lanjut Chairul, dalam industri ini juga mengandung ketidakpastian yang tinggi karena faktor alam terkait keberlanjutan produksi dan sikap pengusaha yang belum tentu bertindak jujur.

Alhasil, tingkat kepercayaan masyarakat kepada bisnis ini masih rendah. "Bisnis ini sebenarnya aman bila mendapat warkat dari perusahaan yang memiliki kontrak jangka panjang seperti kontrak minyak bumi dan gas,"jelas dia. Lebih lanjut, Chairul menjelaskan, anjak piutang menggarap korporasi. Sehingga diversifikasi resikonya menjadi sulit, berbeda dengan sektor ritel.

Tahun ini, Bukopin Finance menargetkan penyaluran pembiayaan Rp 80 miliar -Rp 100 miliar, termasuk di dalamnya anjak piutang. Hingga Agustus, realisasi pembiayaan sudah mencapai 65% dari target.

Sekedar mengingatkan, sesuai Peraturan Menkeu No. 84/PMK.012/ 2006 Tentang Perusahaan Pembiayaan menyebutkan, kegiatan anjak piutang berbentuk pembelian piutang dagang jangka pendek suatu perusahaan dan pengurusan atas piutang tersebut.

Direktur Operasional Buana Finance Anthony Muljanto juga sependapat dengan Chairul bahwa, tidak tumbuhnya bisnis ini dampak dari belum adanya kepercayaan masyarakat.

Saat ini, kontribusi bisnis anjak piutang di Buana Finance hanya 10%. Sementara target pembiayaan Buana Finance sebesar Rp 1,2 triliun. "Di Buana, bisnis ini bukan merupakan bisnis utama kami,"tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×