kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bisnis e-banking bank besar tumbuh pesat


Rabu, 27 Juli 2016 / 11:25 WIB
Bisnis e-banking bank besar tumbuh pesat


Reporter: Shuliya Indriya Ratanavara | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Saat permintaan kredit masih sepi, perbankan terus menggenjot pemasukan komisi (fee based income) dari berbagai layanan. Salah satu andalan perbankan yakni fee based income dari layanan perbankan elektronik (e-banking).

Beruntung, seiring era digitalisasi, transaksi e-banking tumbuh pesat dan kebal perlambatan ekonomi. Dus, sejumlah bank besar percaya diri mematok pertumbuhan bisnis tinggi di lini bisnis e-banking.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, transaksi e-banking BCA tumbuh lebih tinggi ketimbang transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) yang tumbuh 10%-20% di semester I 2016.

Direktur Kredit BCA Rudy Susanto menambahkan, volume transaksi e-banking BCA mencapai 5 juta kali saban hari. “Bahkan pernah satu hari 15 juta transaksi,” ujar Rudy.
Lonjakan transaksi e-banking juga dialami PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).  Senior EVP IT BNI Dadang Setiabudi menyatakan, pertumbuhan transaksi e-banking BNI tumbuh pesat ketimbang tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didominasi oleh transaksi internet banking yang melonjak 50%. Disusul pertumbuhan transaksi SMS atau mobile banking yang tumbuh 40%.
"BNI TapCash juga tumbuh 40%,” jelas Dadang kepada KONTAN, pekan lalu.

Transaksi e-banking PT Bank Mandiri juga tumbuh pesat. Direktur Bank Mandiri Rico Usthavia Frans mengatakan, pihaknya optimistis mampu meningkatkan volume transaksi elektronik sebesar 20% hingga akhir tahun 2016.

Gambaran saja, nilai transaksi melalui mobile banking, internet banking dan uang elektronik Bank Mandiri menembus Rp 400 triliun per Juni 2016, naik dari Rp 330 triliun di Juni 2015. Di semester I 2016, volume transaksi mencapai 278 juta kali.

Hal yang sama dialami PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dus,  Direktur Konsumer BRI Sis Apik memasang target pertumbuhan fantastis. BRI menargetkan pertumbuhan mobile banking sebesar 154%, internet banking naik sebesar 117%, dan uang elektronik BRIZZI melesat sebesar 146% sampai akhir tahun 2016.

Agar pertumbuhan tetap pesat, BRI menyiapkan tiga strategi untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis e-banking. Salah satunya yaitu menambah produk atau fitur baru yang menghasilkan fee based income. BRI juga tengah meracik program untuk akselerasi peningkatan user dan transaksi.

Tak mau kalah, BNI pun telah menyiapkan beberapa strategi. Salah satunya yakni memanfaatkan layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking) BNI.

Caranya, melalui kerjasama dengan pihak pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan layanan e-commerce. BNI juga mengembangkan sistem pembayaran pemda yang terintegrasi dengan e-banking. Strategi lain, menggandeng mitra TapCash BNI di industri pendidikan serta menambah agen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×