kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Bisnis wealth management Bank BTN tumbuh 25,3% hingga Februari 2019


Kamis, 07 Maret 2019 / 15:13 WIB
Bisnis wealth management Bank BTN tumbuh 25,3% hingga Februari 2019

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) telah berhasil membukukan dana kelolaan bisnis wealth management tumbuh 25,3% selama sepanjang dua bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi BTN sebelumnya. Bisnis tersebut telah menyumbang fee based income dengan pertumbuhan sebesar 29,50% year on year (yoy).


Saat ini, BTN telah mengelola wealth management lebih dari Rp 36 triliun dari produk banking dan non banking. Namun, mayoritasnya merupakan penempatan pada produk banking seperti deposito dan tabungan.

Budi Satria, Direktur Konsumer BTN melihat perkembangan bisnis wealth management cukup baik. Untuk meningkatkan pilihan investasi nasabah pada tahun 2019, bank pelat merah ini akan meluncurkan beberapa produk non banking baru yang bekerja sama dengan mitra asuransi dan manajer investasi.

Misalnya produk asuransi endowment yang tidak hanya memberikan proteksi atas jiwa nasabah apabila terjadi risiko namun juga memberikan imbal hasil yang tetap.

"Dari sisi Reksa Dana, reksa dana open end dan reksa dana terproteksi merupakan jenis yang sangat diminati oleh nasabah." kata Budi pada Kontan.co.id, Selasa (5/3).

Adapun produk-produk yang akan diluncurkan BTN tahun ini diantaranya reksadana terproteksi yang direncanakan pada kuartal I sampai kuartal IV, reksadana open end di kuartal II, asuransi endowment pada kuartal II, asuransi reguler premium unit link di kuartal ketiga, asuransi kerugian di triwulan III dan asuransi jiwa no claim bonus juga pada triwulan ketiga.

Tahun ini, BTN menargerkan fee based Income diharapkan dari penjualan produk non banking dapat menyumbang Rp 71 miliar. Sementara tahun lalu, fee based income dari penjualan produk non banking mencapai angka Rp 53 miliar.




TERBARU

Close [X]
×