kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Bizhare Fasilitasi Pendanaan ESG Sektor Energi dan Sosial Rp 8,3 Miliar


Selasa, 28 April 2026 / 15:01 WIB
Bizhare Fasilitasi Pendanaan ESG Sektor Energi dan Sosial Rp 8,3 Miliar
ILUSTRASI. Produksi susu sapi kemasan untuk kebutuhan MBG (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan urun dana PT Investasi Digital Nusantara (Bizhare) telah memfasilitasi pendanaan berbasis Enviromental, Social, and Governance (ESG) sebesar Rp8,30 miliar dengan 720 investor sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Dari total pendanaan tersebut, perusahaan salurkan ke dalam kategori energi dan sosial, yaitu proyek SWAP Station bersama SWAP Energi dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP) atau Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada sektor energi, Bizhare telah membuka beberapa batch pendanaan SWAP Station di wilayah Jakarta dan Tangerang. Secara total, tiga batch proyek tersebut berhasil menghimpun dana sekitar Rp6,04 miliar dari 484 investor serta berdampak langsung bagi pengemudi ojek online melalui penyediaan infrastruktur penukaran baterai motor listrik.

Baca Juga: Pembiayaan Multiguna Jadi Andalan, CNAF Salurkan Rp 1,89 Triliun di Kuartal I 2026

Sementara pada sektor sosial, pendanaan dapur SPPG/MBG tercatat mencapai sekitar Rp2,26 miliar dari 236 investor. Proyek ini berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan rantai pasok lokal.

"Pendanaan dengan tema ESG di Bizhare menunjukkan tren positif, terutama untuk proyek-proyek yang memiliki fundamental sustainability yang konkret dan terukur," ujar Founder dan CEO Bizhare, Heinrich Vincent kepada Kontan, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, sektor ESG memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan sektor konvensional seperti F&B dan ritel.

Pendanaan ESG saat ini masih dalam fase pertumbuhan, tetapi dinilai memiliki prospek jangka panjang yang baik karena dilandasi inovasi yang nyata.

Selain itu, secara tiket investasi investor pun rata-rata lebih besar dengan profil investor yang lebih berorientasi pada tujuan dan periode investasi relatif lebih panjang, terutama untuk instrumen berbasis saham.

Adapun pada instrumen obligasi dan sukuk, proyek ESG yang memiliki offtaker jelas dan model bisnis yang telah teruji justru mampu menarik pendanaan lebih cepat. Hal ini karena investor tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil finansial, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan.

Baca Juga: BRI Dorong Transaksi Kartu Debit dengan Undian Merch dan Tiket Tanding FC Barcelona

Ke depan, Bizhare menilai ESG bukan sekadar tren jangka pendek, melainkan sedang berkembang menuju fase yang lebih matang. Proyeksi ini didorong oleh sejumlah indikator, seperti regulasi, kebutuhan pasar, serta perubahan preferensi investor.

“ESG di Indonesia bukan tren musiman, tetapi sedang bertransisi dari fase narrative ke fase infrastructure,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah risiko, mulai dari aspek operasional, adopsi pasar, hingga regulasi dan teknologi. Oleh karena itu, transparansi dan pengelolaan risiko tetap menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan investor di sektor ESG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×