kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BMN di daerah rawan bencana akan diasuransikan, ini kata industri


Kamis, 04 Oktober 2018 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Kerusakan akibat gempa bumi di Sigi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana asuransikan Barang Milik Negara (BMN) terutama untuk daerah rawan bencana. Ini upaya untuk menyelamatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Asuransi ini penting untuk pemulihan daerah setelah terkena bencana. Terutama pembangunan infrastruktur.

Executive Director General Insurance Association (AAUI) Dody Dalimunthe menjelaskan sistem tersebut sudah dilaksanakan di Jepang.

"Skema asuransi nasional untuk bencana sudah dilaksanakan di Jepang," ungkap Dody kepada Kontan.co.id, Kamis (4/10).

Mengenai sistemnya, Dody maupun beberapa pegiat asuransi yang dihubungi Kontan.co.id mengaku belum mempelajarinya.

Sekadar informasi skema asuransi nasional di Jepang memberikan proteksi utama terhadap gempa bumi dan tsunami. Di negara-negara Karibia proteksi utamanya terhadap gempa bumi dan angin topan.

Rencananya skema asuransi nasional akan diumumkan pemerintah saat pertemuan world bank dengan International Monetary Fund (IMF) di Bali pekan depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×