kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.529   29,00   0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI belum bisa pastikan rencana akuisisi BPUI


Senin, 24 Februari 2014 / 20:43 WIB
ILUSTRASI. Intip Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini, Kamis 6 Oktober 2022./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/10/2022.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk masih belum dapat memastikan realisasi aksi korporasi terkait akuisisi Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Direktur Utama Bank BNI Gatot Suwondo menyatakan, pihaknya masih men-slow down rencana akuisisi tersebut. Sebab, rencana akuisisi ini terbilang rumit lantaran adanya kasus hukum yang menjegal BPUI.

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk mengabulkan permohonan peninjauan Kembali (PK) terpidana korupsi, Sudjiono Timan. Putusan ini sekaligus menganulir putusan tingkat kasasi yang menghukum mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) selama 15 tahun penjara.

"Rencana itu slow down dulu. Karena kelamaan, njlimet (rumit). Karena kasus yang di MA menang. Itu perlu diperhatikan," ujar Gatot di Jakarta, Senin (24/2).

Catatan saja, bank dengan kode emiten BBNI ini sempat menawarkan skema menukar obligasi dalam pembelian BPUI. Tapi, pemerintah selaku pemegang saham BPUI, menolak rencana tersebut.

Selain itu, akuisisi BPUI baru dilakukan setelah restrukturisasi utang perusahaan ini rampung. Di Juni lalu, pemerintah berjanji menyuntik modal Rp 250 miliar ke BPUI dalam rangka restrukturisasi utang perusahaan. Namun, hingga kini belum rampung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×