kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

BRI (BBRI) Salurkan Kredit UMKM Capai Rp 1.211 Triliun, Bina 43.337 Klaster Usaha


Rabu, 12 Agustus 2026 / 15:59 WIB
Diperbarui Rabu, 12 Agustus 2026 / 16:00 WIB
BRI (BBRI) Salurkan Kredit UMKM Capai Rp 1.211 Triliun, Bina 43.337 Klaster Usaha
ILUSTRASI. BRI Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara (DOK/Muradi)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus memperkuat perannya sebagai bank yang fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hingga akhir triwulan I-2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp 1.211 triliun, menjadikannya sebagai bank dengan penyaluran kredit UMKM terbesar di Indonesia.

Selain memperbesar pembiayaan, BRI juga memperluas berbagai program pemberdayaan sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Pegadaian Jadi Satu-satunya Penyedia Aset Dasar ETF Emas di Indonesia

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategis dalam memperkuat ekonomi nasional melalui pembiayaan yang diiringi dengan program pemberdayaan.

Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM.

"Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Akhmad dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, strategi BRI tidak hanya berfokus pada penyaluran kredit, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.000 desa di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis desa.

Di sisi lain, melalui program Klasterku Hidupku, BRI telah membina lebih dari 43.337 klaster usaha yang dikembangkan untuk membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas.

BRI juga memperkuat digitalisasi UMKM melalui platform LinkUMKM. Hingga Juni 2026, platform tersebut telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM untuk memperluas akses pasar, menjalin kemitraan bisnis, serta memperoleh berbagai layanan keuangan dan pengembangan usaha.

Baca Juga: BRI Catatkan Transaksi BRILink Tembus Rp 841 Triliun hingga Juni 2026

Sementara itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dilakukan melalui 54 Rumah BUMN yang tersebar di berbagai daerah. Melalui fasilitas tersebut, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 18.000 pelatihan dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 596.000 pelaku usaha.

Menurut Akhmad, pendekatan yang menggabungkan pembiayaan dan pemberdayaan menjadi strategi utama BRI dalam menciptakan ekosistem UMKM yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Melalui berbagai program tersebut, BRI berharap pelaku UMKM tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Danantara dalam mendorong investasi yang berdampak (impact investment) melalui penguatan sektor produktif dan penciptaan nilai tambah ekonomi maupun sosial bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×