kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.890   14,00   0,08%
  • IDX 6.330   62,48   1,00%
  • KOMPAS100 828   6,24   0,76%
  • LQ45 629   2,91   0,46%
  • ISSI 219   2,92   1,35%
  • IDX30 352   0,49   0,14%
  • IDXHIDIV20 427   -1,13   -0,26%
  • IDX80 95   0,69   0,73%
  • IDXV30 118   0,32   0,27%
  • IDXQ30 111   -0,13   -0,12%

Peningkatan Penjualan Kendaraan Listrik Berdampak Positif bagi Zurich Asuransi


Rabu, 12 Agustus 2026 / 11:09 WIB
Peningkatan Penjualan Kendaraan Listrik Berdampak Positif bagi Zurich Asuransi
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) total penjualan mobil listrik mencapai 117.108 unit pada Semester I-2026, atau menyumbang 26,8% dari total pasar otomotif nasional yang sebesar 436.564 unit. 

Kontribusi kendaraan listrik naik tajam jika dibandingkan capaian pada Semester I-2025, dengan total penjualan mencapai 69.134 unit atau porsinya setara 18,3%.

PT Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) menilai peningkatan pangsa pasar kendaraan listrik menjadi katalis positif bagi segmen asuransi kendaraan listrik.

Baca Juga: Ekspor RI Tumbuh, OJK: Berpotensi Berdampak Positif bagi Asuransi Perdagangan

Direktur Zurich Asuransi Indonesia Musi Samosir menerangkan seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik di Indonesia, pihaknya juga melihat peningkatan kebutuhan perlindungan yang sesuai dengan karakteristik kendaraan tersebut. 

Hingga Juni 2026, Musi menyampaikan pendapatan premi asuransi kendaraan listrik Zurich tumbuh lebih dari 90% secara Year on Year (YoY).

"Pertumbuhan itu sejalan dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi kendaraan," katanya kepada Kontan, Rabu (12/8).

Lebih lanjut, Musi mengatakan hingga saat ini, Zurich telah melindungi kendaraan listrik melalui asuransi kendaraan Autocillin. Dengan demikian, pihaknya tidak melihat adanya protection gap yang signifikan. 

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Jasindo Pantau Dampak terhadap Kinerja Asuransi Marine Cargo

Dia melihat ada sejumlah risiko yang menjadi perhatian dalam menggarap asuransi kendaraan listrik, antara lain nilai baterai yang tinggi, biaya perbaikan komponen khusus, ketersediaan suku cadang, serta jaringan bengkel yang memiliki kapabilitas menangani kendaraan listrik. 

"Oleh karena itu, penguatan data risiko dan ekosistem pendukung tetap menjadi fokus kami," tuturnya.

Sementara itu, Musi memandang prospek asuransi kendaraan listrik masih sangat positif ke depannya, sejalan dengan pertumbuhan populasi kendaraan listrik dan dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. 

Ke depannya, Musi melihat bahwa produk perlindungan kendaraan listrik diperkirakan akan makin berkembang, baik dari sisi cakupan manfaat maupun layanan pendukung. 

Baca Juga: AAUI Nilai Selat Hormuz yang Dibuka Jadi Sentimen Positif bagi Asuransi Marine Cargo

"Dengan demikian, dapat mengakomodasi kebutuhan nasabah yang makin beragam dan perkembangan teknologi kendaraan listrik itu sendiri," ungkap Musi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×