kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.055   -22,00   -0,12%
  • IDX 5.715   -124,74   -2,14%
  • KOMPAS100 757   -14,98   -1,94%
  • LQ45 571   -10,37   -1,78%
  • ISSI 200   -3,51   -1,73%
  • IDX30 323   -5,74   -1,75%
  • IDXHIDIV20 399   -7,98   -1,96%
  • IDX80 86   -1,52   -1,74%
  • IDXV30 108   -3,22   -2,90%
  • IDXQ30 104   -1,73   -1,63%

BNI Ingin Net Zero Emissions, Dorong Pembiayaan Hijau dan UMKM Ramah Lingkungan


Jumat, 05 Juni 2026 / 09:37 WIB
BNI Ingin Net Zero Emissions, Dorong Pembiayaan Hijau dan UMKM Ramah Lingkungan
ILUSTRASI. Kontan - BNI Kilas Online (Dok. BNI/BNI)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mempertegas komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan dan aksi pengendalian perubahan iklim bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026.

Dalam momentum tersebut, BNI menegaskan target mencapai Net Zero Emissions (NZE) untuk emisi scope 1 dan 2 pada 2028, serta NZE scope 3 termasuk pembiayaan pada 2060.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan sektor perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pembiayaan yang bertanggung jawab serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Sebagai institusi keuangan nasional, BNI percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan," ujar Okki dalam keterangan resminya, Jumat (5/6).

Baca Juga: Era AI Dimulai, Bos BRI Sebut Bank Harus Berubah atau Tertinggal

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan implementasi ESG baik pada aspek bisnis, operasional, maupun pemberdayaan masyarakat melalui Pilar Sustainability Finance, Corporate Sustainability, serta Inklusi & Resilien.

Di sisi bisnis, BNI terus memperluas pembiayaan hijau dan pembiayaan transisi, termasuk melalui Sustainability Linked Loan (SLL) dan penerbitan Sustainability Bond pada 2025 lalu. Perseroan juga mulai menyelaraskan penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), khususnya pada sektor energi, konstruksi dan real estat, transportasi dan logistik, hingga kehutanan dan perkebunan.

Tak hanya itu, BNI juga mendorong pelaku UMKM menerapkan praktik bisnis ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI). Kedua program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi hijau berbasis ekspor serta meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar global.

Pada aspek operasional, BNI memperkuat efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, hingga pengelolaan limbah dengan prinsip zero waste to landfill. Perseroan menyebut seluruh limbah operasional Gedung Kantor Pusat kini telah diolah melalui proses daur ulang.

BNI juga meluncurkan advisory playbook pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan kelapa sawit sebagai bagian dari pendampingan debitur menuju transisi ekonomi hijau dan penguatan ketahanan terhadap risiko iklim.

Selain fokus pada pembiayaan hijau, BNI turut menjalankan program rehabilitasi lingkungan melalui penanaman pohon di kawasan Hutan Organik Megamendung, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Premi Asuransi Jiwa dari Pembayaran Tunggal Naik 7,4% Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya

Sejak 2018, BNI telah mendukung rehabilitasi lahan seluas 10 hektare dan penanaman 10.000 pohon. Program tersebut diklaim berkontribusi terhadap penyerapan karbon sekitar 2.002 ton CO?e sekaligus membantu mengurangi risiko longsor dan meningkatkan ketersediaan sumber air bagi masyarakat sekitar.

"Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan bumi dan kualitas hidup generasi mendatang," tutup Okki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×