kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.049   -28,00   -0,15%
  • IDX 5.697   -143,05   -2,45%
  • KOMPAS100 753   -18,66   -2,42%
  • LQ45 568   -13,29   -2,29%
  • ISSI 199   -3,96   -1,95%
  • IDX30 321   -7,15   -2,18%
  • IDXHIDIV20 397   -9,21   -2,27%
  • IDX80 85   -2,02   -2,31%
  • IDXV30 108   -3,35   -3,00%
  • IDXQ30 104   -2,22   -2,09%

Premi Asuransi Jiwa dari Pembayaran Tunggal Naik 7,4% Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya


Jumat, 05 Juni 2026 / 09:27 WIB
Premi Asuransi Jiwa dari Pembayaran Tunggal Naik 7,4% Kuartal I-2026, Ini Penyebabnya
ILUSTRASI. Premi asuransi jiwa tunggal naik Rp 19,10 triliun kuartal I-2026


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membeberkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan premi asuransi jiwa yang diperoleh dari pembayaran premi tunggal meningkat pada kuartal I-2026. 

Asal tahu saja, pendapatan premi yang didapatkan dari pembayaran premi secara tunggal mencapai Rp 19,10 triliun pada kuartal I-2026. Nilainya meningkat 7,4% secara Year on Year (YoY). Adapun pendapatan premi yang didapatkan dari pembayaran secara tunggal memakan porsi 40,41% terhadap total premi industri yang sebesar Rp 47,27 triliun pada kuartal I-2026.

Mengenai hal itu, Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menjelaskan, salah satu faktor peningkatannya karena ada penyesuaian masyarakat dalam membayar premi di tengah kondisi ekonomi yang dinamis saat ini. Dia bilang penyesuaian terlihat khususnya bagi nasabah yang membeli produk unitlink dengan pembayaran tunggal.

Baca Juga: Investor Asing Kabur, Saham BBCA & BBRI Terjun Bebas: Saatnya Beli?

"Pertama dari premi tunggal unitlink meningkat. Perkiraan kami dalam situasi ekonomi yang cukup volatil saat ini, mungkin nasabah juga melihat asuransi bukan hanya sebagai proteksi, melainkan sebagai investasi yang baik juga. Kalau lihat premi tunggal, biasanya nasabah punya dana besar dan masuk," katanya dalam konferensi pers AAJI di Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026).

Albertus menambahkan, faktor lainnya adalah pembayaran premi secara tunggal juga disumbang dari segmen asuransi kumpulan yang meningkat. Dia bilang premi dari asuransi kumpulan itu bersifat pembayaran tunggal, sehingga berkontribusi terhadap total premi tunggal industri.

"Jadi, kami lihat juga minat atau kebutuhan perusahaan-perusahaan untuk mengikusertakan karyawannya dalam program asuransi meningkat. Mungkin perusahaan-perusahaan melihat kalau selama ini di-cover sendiri," ungkapnya.

Albertus bilang, adanya fenomena inflasi biaya medis yang cukup tinggi sebesar 15% juga turut membuat perusahaan melihat asuransi sebagai alternatif yang tepat untuk cover risiko bagi para karyawannya. 

Sementara itu, AAJI mencatat pembayaran premi secara reguler atau berkala menjadi penyumbang terbesar total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026. 

Albertus mengungkapkan, pendapatan premi yang diperoleh dari pembayaran premi secara reguler mencapai Rp 28,17 triliun pada kuartal I-2026.

Adapun angka tersebut berkontribusi sebesar 59,59% terhadap total premi industri. Meski menjadi kontributor terbesar, segmen tersebut mengalami penurunan 5,2% secara YoY. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×