kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

BNI Optimistis Kebijakan DHE SDA Perkuat Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional


Kamis, 21 Mei 2026 / 16:55 WIB
BNI Optimistis Kebijakan DHE SDA Perkuat Stabilitas Rupiah dan Ekonomi Nasional
ILUSTRASI. Aturan DHE SDA terbaru yang berlaku 1 Juni 2026 mewajibkan penempatan 100% dana di bank Himbara. (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang akan memberlakukan aturan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai 1 Juni 2026.

Kebijakan ini diharapkan memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional serta meningkatkan pasokan valuta asing (valas) di dalam negeri.

Langkah tersebut sejalan dengan peran BNI dalam mendukung kebutuhan nasabah sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui layanan perbankan yang adaptif dan berorientasi pada penguatan sektor riil.

Retensi 100% DHE SDA Dorong Stabilitas Ekonomi

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa kebijakan retensi 100% DHE SDA yang dipusatkan di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diyakini akan memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi nasional, termasuk memperkuat peran perbankan BUMN sebagai agen pembangunan.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat ketahanan eksternal melalui optimalisasi DHE SDA. Kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pasokan valas di pasar domestik dan memperkuat peran Himbara sebagai agent of development,” kata Okki dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5).

Baca Juga: BSI Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Dua Seri Sukuk pada Juni–Juli 2026

Okki menjelaskan bahwa dalam aturan baru tersebut, eksportir diwajibkan menempatkan 100% dana DHE SDA di bank-bank Himbara selama satu tahun. Kebijakan ini berbeda dari aturan sebelumnya yang memberikan fleksibilitas penempatan dana di berbagai bank dalam negeri.

Selain itu, kebijakan baru ini juga menetapkan batas maksimal konversi devisa ke rupiah sebesar 50% oleh eksportir. Ketentuan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan likuiditas domestik dan stabilitas pasar valuta asing.

Dampak Positif bagi Rupiah dan Likuiditas Valas

Menurut Okki, kebijakan ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah serta menjaga ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik. Dengan meningkatnya pasokan devisa, tekanan terhadap nilai tukar diharapkan dapat lebih terkendali.

Bank Indonesia Bank Indonesia bersama pemerintah disebut terus memperkuat koordinasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan mendukung stabilitas makroekonomi.

BNI Siapkan Layanan Digital dan Solusi Terintegrasi

Sebagai bank dengan jaringan internasional yang kuat, BNI menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi kebijakan DHE SDA. BNI juga telah melakukan sosialisasi kepada para nasabah eksportir agar memahami mekanisme baru yang akan diterapkan.

Baca Juga: KB Bank Waspadai Efek Kenaikan BI Rate ke Kredit Korporasi, Siapkan Strategi Mitigasi

“Kami telah proaktif melakukan sosialisasi kepada nasabah eksportir SDA terkait mekanisme baru ini. BNI juga menyiapkan relationship manager khusus serta penguatan solusi keuangan digital melalui BNIdirect fitur DHE SDA untuk mendukung proses, monitoring, reporting ke pemerintah serta pengelolaan transaksi DHE SDA secara lebih terintegrasi, efisien, dan seamless, sehingga nasabah eksportir dapat menjaga dan mengatur cash flow supaya lebih optimal," kata Okki.

BNI menegaskan bahwa penguatan layanan digital ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan perbankan yang relevan, adaptif, dan memberikan kenyamanan bagi pelaku ekspor nasional.

Ke depan, BNI juga menyiapkan strategi khusus dalam mengelola dana DHE SDA melalui penguatan layanan digital cash management, layanan tresuri, serta optimalisasi instrumen investasi.

Selain itu, BNI juga siap menjadi mitra utama pemerintah dan eksportir dalam distribusi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik khusus DHE SDA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×