kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BNI Pastikan Kredit Tetap Tumbuh Meski BI Naikkan Suku Bunga ke 5,50%


Kamis, 11 Juni 2026 / 06:13 WIB
BNI Pastikan Kredit Tetap Tumbuh Meski BI Naikkan Suku Bunga ke 5,50%
ILUSTRASI. Teller Bank BNI Melayani Nasabahnya (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan tetap menjaga fungsi intermediasi dan penyaluran kredit ke sektor riil meski Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut, kenaikan BI Rate merupakan langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Baca Juga: Bank Mulai Waspadai Dampak Suku Bunga Tinggi ke Risiko Kredit Macet KPR

"Sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia," sebut Okki dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).

Ia bilang stabilitas ekonomi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan sektor riil maupun industri perbankan. Dengan kondisi pasar yang lebih terkendali, perbankan memiliki ruang untuk tetap menyalurkan pembiayaan secara prudent dan berkelanjutan.

Meski demikian, Okki memastikan pihaknya tetap mencermati potensi dampak kenaikan suku bunga terhadap permintaan kredit, khususnya dari sektor usaha yang sensitif terhadap perubahan biaya dana. Karenanya, bank bakal terus menyesuaikan strategi bisnis sejalan dengan perkembangan kondisi makroekonomi dan arah kebijakan moneter.

Di tengah dinamika suku bunga yang meningkat, BNI juga memperkuat transformasi digital guna meningkatkan efisiensi layanan dan proses bisnis.

Baca Juga: BI Rate Naik Jadi 5,50%, Asippindo Waspadai Lonjakan Klaim Penjaminan

Upaya tersebut mencakup pengembangan layanan perbankan digital, peningkatan pengalaman nasabah, hingga optimalisasi proses kredit agar lebih cepat dan efektif.

Selain itu, BNI memperkuat penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko untuk menjaga kualitas aset serta ketahanan bisnis.

Okki bilang, pihaknya secara konsisten memantau portofolio kredit, profil risiko, likuiditas, dan perkembangan kondisi ekonomi sebagai bagian dari mitigasi risiko.

"Kami terus memperkuat governance, manajemen risiko, dan kapabilitas digital agar tetap mampu memberikan layanan terbaik kepada nasabah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," kata Okki.

Baca Juga: Kemenkeu: Video Menteri Purbaya Cari 700 Penerima Bantuan Adalah Hoaks Deepfake

Ke depan, BNI bakal terus mencermati perkembangan ekonomi dan kebijakan moneter untuk memastikan strategi bisnis tetap adaptif.

Dengan dukungan permodalan dan likuiditas yang memadai, BNI optimistis dapat mempertahankan kinerja yang berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×