Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) masih mencetak performa solid di tengah gejolak ekonomi serta fase transformasi industri asuransi nasional. Pada kuartal I-2026, perusahaan ini membukukan pendapatan jasa asuransi Rp2,6 triliun atau tumbuh 5,96% secara tahunan. Sementara hasil jasa asuransi tumbuh 2,18% menjadi Rp 461 miliar.
Sinarmas Sekuritas dalam risetnya menilai keunggulan utama TUGU terletak pada permodalannya yang sangat kuat, tercermin dari Risk Based Capital (RBC) yang konsisten di atas 400%, jauh melampaui ketentuan regulator dan rata-rata industri. “Kondisi ini memberi ruang lebih besar bagi TUGU untuk menanggung risiko besar dan kompleks, terutama di segmen korporasi,” tulis tim risetnya dikutip Jumat (12/6/2026).
Peringkat A- dari AM Best juga dinilai memperkuat posisi kompetitif TUGU dengan meningkatkan kredibilitas di mata reasuradur internasional serta menjaga akses terhadap kapasitas reasuransi berkualitas tinggi. Hal ini penting mengingat eksposur TUGU yang besar pada segmen energi dan aviasi.
Ke depan, Sinarmas Sekuritas memperkirakan pertumbuhan bisnis TUGU tetap terjaga, didukung pertumbuhan premi yang sehat dan disiplin pengelolaan risiko. Pendapatan asuransi diproyeksikan tumbuh sekitar 9% per tahun dalam jangka menengah, lebih tinggi dari panduan manajemen 2026 sebesar 6%.
Baca Juga: Sinergi dengan Induk Jadi Kekuatan Tugu Insurance (TUGU)
Di saat yang sama, rasio klaim dan utilisasi reasuransi diperkirakan tetap terkendali, sehingga mendukung peningkatan Insurance Service Result (ISR) sejalan dengan implementasi PSAK 117. Selain bisnis asuransi inti, TUGU juga memiliki potensi tambahan dari portofolio investasinya yang besar dan likuid, dengan nilai sekitar Rp11 triliun.
Sinarmas Sekuritas menilai kombinasi pertumbuhan premi, disiplin pengelolaan biaya, kontribusi pendapatan non-asuransi yang stabil, serta optimalisasi hasil investasi akan mendukung pertumbuhan laba berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
Tim analis Sinarmas Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham (PATMI) sebesar 8%–9% per tahun pada periode 2026–2030, dengan rasio pembayaran dividen 50%, sehingga TUGU menawarkan prospek dividen yang menarik.
Di sisi lain, Sinarmas Sekuritas juga melihat TUGU berada pada posisi strategis di tengah wacana konsolidasi industri asuransi umum BUMN. Konsolidasi dinilai berpotensi meningkatkan efisiensi, optimalisasi modal, dan daya saing industri, selama tetap memperhatikan spesialisasi dan keunggulan masing-masing perusahaan.
Baca Juga: Mengukur Prospek TUGU Hadapi Dinamika 2026
TUGU dianggap memiliki posisi yang kuat karena merupakan satu-satunya perusahaan asuransi umum afiliasi BUMN yang tercatat di bursa. Perusahaan juga didukung modal yang kuat, kemampuan underwriting untuk risiko kompleks, serta posisi pasar yang dominan di segmen energi, offshore, aviasi, marine, dan engineering.
Jika pemerintah menerapkan model konsolidasi berbasis spesialisasi, TUGU berpotensi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan berkat kompetensi teknis, pangsa pasar, dan keunggulan kompetitifnya yang sulit ditandingi oleh pemain lain.
Sinarmas Sekuritas menilai TUGU memiliki kombinasi yang menarik antara kekuatan permodalan, kualitas underwriting, pertumbuhan bisnis yang sehat, serta potensi dividen yang kompetitif. Alhasil, sekuritas ini merekomendasikan beli saham TUGU dengan target harga Rp1.700 per saham. Itu mencerminkan valuasi sekitar 0,57 kali price-to-book value (PBV) untuk tahun 2027.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













