kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BNI proyeksi kredit korporasi tumbuh 12%-13% di 2019, ini pendorongnya


Selasa, 11 Desember 2018 / 19:59 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memproyeksi pertumbuhan kredit korporasi 12%-13% pada tahun depan.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menyatakan, segmen korporasi masih menjadi penggerak utama pertumbuhan kredit BNI di tahun depan.

"Seiring dengan proyeksi kondisi ekonomi makro yang baik, serta masih besarnya potensi pembangunan infrastruktur, untuk 2019 kami proyeksikan sektor manufaktur, perdagangan, hotel dan restoran serta sektor konstruksi masih menjadi sektor yang potensial untuk penyaluran kredit selama 2019," ujar Herry kepada Kontan.co.id, Senin (10/12) malam.

Hingga kuartal III-2018, BNI sudah menyalurkan kredit korporasi sebesar Rp 246,97 triliun. Nilai ini tumbuh 18,6% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 208,33 triliun. 

Adapun sub sektor pendorong kinerja ini adalah kredit manufaktur yang menyumbangkan 27,3% dari total kredit korporasi atau sebesar Rp 67,46 triliun. Adapun pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 39,9% yoy dari posisi yang sama tahun lalu Rp 48,22 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit korporasi BBNI sebesar 1,5% pada September 2018. Nilai ini membaik dari posisi yang sama tahun lalu di level 2,4%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×