kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI proyeksi pembelian obligasi di 2018 naik 20%


Selasa, 20 Maret 2018 / 23:16 WIB
ILUSTRASI. Jajaran direksi BNI saat RUPS di Jakarta


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku pada 2018 pembelian obligasi akan mengalami kenaikan sebesar 20% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal ini seiring dengan rencana investasi bank di obligasi korporasi.

Rico Rizal Budidarmo, Direktur Treasury dan International Banking BNI bilang pada 2017 lalu, kondisi likuiditas perbankan mencatat kelebihan likuiditas. "Kami mengutilisasi investasi di obligasi korproasi pada 2018," kata Rico kepada kontan.co.id, Selasa (20/3).

Pada tahun ini diperkirakan permintaan obligasi juga akan mengalami kenaikan. Hal ini juga inline dengan kondisi makroprudensial dalam konteks melakukan ekspansi pemberian kredit nasabah korporasi.

Pembelian surat utang ini sejalan dengan implementasi aturan Bank Indonesia (BI) terkait rasio intermediasi makroprudensial (RIM).

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan pihak bank sentral berharap dengan aturan baru ini, industri perbankan dapat lebih serius dalam menjaga kondisi likuiditas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×