kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI Syariah proyeksi pembiayaan melambat


Jumat, 12 Juli 2013 / 09:44 WIB
ILUSTRASI. Rupiah hari ini diperkirakan masih tertekan karena ada kekhawatiran kenaikan bunga lebih banyak. ./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/18/11/2020.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kondisi perekonomian yang melambat mempengaruhi pertumbuhan pembiayaan perbankan. PT BNI Syariah merasa, pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) akan melambat di semester kedua ini.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada semester kedua memungkinkan terjadinya perlambatan pembiayaan," sebut Direktur Bisnis BNI Syariah, Imam T. Saptono, kepada KONTAN.

Selain itu, Imam melihat, adanya pengetatan likuiditas akibat kenaikan inflasi akibat dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal, awalnya BNI Syariah meyakini pembiayaan dan DPK masing-masing mampu tumbuh 30%.

Pada semester pertama ini, Imam mengaku pembiayaan dan DPK masih tumbuh sesuai target. Pembiayaan meningkat 23% dari Rp 7,7 triliun menjadi Rp 9,5 triliun. Sedangkan dana masyarakat tumbuh 16% dari Rp 9,1 triliun ke posisi Rp 10,6 triliun.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) pun memprediksi akan ada perlambatan kredit di semester kedua ini. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang juga sedikit melambat dibanding semester pertama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×