kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

BNI Syariah terus mendorong kemampuan untuk mencetak laba


Selasa, 20 Agustus 2019 / 12:05 WIB
BNI Syariah terus mendorong kemampuan untuk mencetak laba


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank BNI Syariah terus berupaya mendorong kemampuannya untuk mencetak laba. Semester 1-2019 lalu, entitas PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ini bahkan mencatat pertumbuhan laba mencapai 55,32% (yoy) senilai Rp 315,27 miliar.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto mengatakan, capaian tersebut berhasil diraih perseroan yang mulai mengejar penghimpunan dana murah alias current account and saving account (CASA).

Baca Juga: Bank Syariah kokoh diterpa fluktuasi bunga acuan

Hingga Juni 2019, rasio CASA BNI Syariah mencapai 63,48%, meningkat tajam dibandingkan Juni 2018 sebesar 52,80%. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar tumbuh 12,13% menjadi Rp 36,32 triliun pada akhir Juni 2019.

“Raihan laba tersebut juga ditopang oleh kinerja pembiayaan perseroan yang tumbuh 26,03% (yoy) menjadi Rp 31,66 triliun hingga akhir Juni 2019,” kata Wahyu kepada KONTAN, Senin (19/8).

Hal tersebut yang kemudian membuat rasio rentabilitas perseroan terkerek tinggi. Net imbalan (NI) misalnya meningkat 20 bps dari 7,21% (1H/18) menjadi 7,41% (1H/19). Sedangkan net operating margin (NOM) meningkat 59 bps dari 0,78% (1H/18) menjadi 1,37% (1H/19).

Capaian ini berada jauh di atas industri perbankan yang justru mencatatkan penggerusan net interest margin (NIM) sebesar 17 bps dari 4,96% (1H/18) menjadi 4,79% (1H/19).

Baca Juga: Wuih, margin operasi bersih (NOM) Bank Syariah Mandiri melonjak

“Sampai akhir tahun kami akan menjaga NIM kami di kisaran 7%, dan NOM di atas 1%,” lanjut Wahyu.

Ia menambahkan beberapa strategi untuk menopang kinerja tersebut misalnya untuk bersinergi dengan induknya guna menghimpun dana murah. Sementara di segi pembiayaan, perseroan akan melakukan ekspansi ke segmen yang beresiko rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×