Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Kamis (10/9/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menolak pengunduran diri Wikan Aryono S dari jabatan Presiden Direktur Bank Bumi Arta. Dengan demikian, posisi Presiden Direktur Bank Bumi Arta tetap ditempati Wikan Aryono.
"Rapat tidak menyetujui pengunduran diri Bapak Wikan Aryono S dari jabatannya sebagai Presiden Direktur Perseroan," demikian tertulis dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: BCA Tutup Permanen Layanan Online Kartu Kredit via Website Mulai 22 Oktober 2026
Karena usulan pengunduran diri Wikan tak memperoleh persetujuan, agenda berikutnya mengenai pengangkatan Alex Susanto sebagai Presiden Direktur Bank Bumi Arta pun tak dibahas dan diputuskan.
Selain itu, RUPSLB menyetujui sejumlah perubahan di jajaran Dewan Komisaris. Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Daniel Budi Dharma sebagai Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Independen serta Mohammad Sjariffudin sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen.
RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Markus Sugiono dan Setiawati Samahita sebagai Komisaris merangkap Komisaris Independen. Sementara I Gst Agung Rai Wirajaya diangkat sebagai Wakil Presiden Komisaris merangkap Komisaris Non Independen.
Pengangkatan para komisaris baru tersebut baru efektif tujuh hari kerja setelah memperoleh persetujuan fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan perubahan tersebut, setelah seluruh pengangkatan efektif, susunan Dewan Komisaris Bank Bumi Arta terdiri dari T. Hendra Jonathan sebagai Presiden Komisaris, I Gst Agung Rai Wirajaya sebagai Wakil Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Non Independen, Markus Sugiono sebagai Komisaris Independen, serta Setiawati Samahita sebagai Komisaris Independen.
Untuk diketahui, RUPSLB Bank Bumi Arta dihadiri pemegang saham dan/atau kuasa pemegang saham yang mewakili 3,116 miliar saham atau 91,99% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














