kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.990   45,00   0,25%
  • IDX 6.229   53,23   0,86%
  • KOMPAS100 824   9,96   1,22%
  • LQ45 630   8,56   1,38%
  • ISSI 213   1,76   0,83%
  • IDX30 356   4,81   1,37%
  • IDXHIDIV20 443   5,14   1,17%
  • IDX80 94   1,16   1,25%
  • IDXV30 118   0,96   0,82%
  • IDXQ30 115   1,48   1,31%

BNI Alihkan 77,8 Juta Saham Buyback ke Program Saham Pegawai


Minggu, 19 Juli 2026 / 20:48 WIB
BNI Alihkan 77,8 Juta Saham Buyback ke Program Saham Pegawai
ILUSTRASI. Kontan - BNI Kilas Online (Dok. BNI/BNI)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) resmi mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali (buyback) saham tahun 2026 untuk program kepemilikan saham bagi pegawai Perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/7/2026), BNI menyampaikan proses pengalihan saham hasil buyback tersebut telah selesai dilaksanakan pada 16 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo mengatakan, aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut atas keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada 9 Maret 2026.

Baca Juga: Citi Luncurkan Instrumen Digital untuk Permudah Akses Pendanaan Perusahaan Tertutup

“Pengalihan saham hasil pembelian kembali ini merupakan bagian dari implementasi program kepemilikan saham bagi pegawai sebagai bentuk remunerasi berbasis kinerja,” ujar Okki.

Dalam keputusan RUPST, pemegang saham menyetujui pengalihan saham hasil buyback yang sebelumnya disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Pengalihan tersebut dapat dilakukan melalui penjualan kembali di dalam maupun luar Bursa Efek Indonesia, serta untuk program kepemilikan saham bagi pegawai dan pengurus.

Setelah menyelesaikan transaksi buyback yang diumumkan pada 6 Juli 2026, BNI kemudian mengalihkan seluruh saham hasil pembelian kembali sebanyak 77.856.100 saham kepada pegawai.

Dengan rampungnya proses tersebut, BNI memastikan bahwa tidak lagi memiliki saham treasuri yang berasal dari pelaksanaan buyback saham tahun 2026.

Okki menjelaskan, program kepemilikan saham pegawai ini diharapkan dapat memperkuat keterikatan antara pegawai dengan kinerja serta pertumbuhan perusahaan.

“Penyelesaian pengalihan seluruh saham hasil buyback ini tidak memberikan dampak negatif terhadap BNI dan tidak mempengaruhi kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha BNI,” katanya.

Jumat (17/7/2026), harga saham BBNI naik 2,29% di Rp 3.580 per saham. Dalam lima hari saham BBNI naik 4,68%. 

Baca Juga: JACCS MPM Finance Siapkan Dana Rp 230 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×