kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

NPF Multifinance Naik, CNAF Hanya Setujui 50% Pengajuan Pembiayaan


Selasa, 15 September 2026 / 15:59 WIB
NPF Multifinance Naik, CNAF Hanya Setujui 50% Pengajuan Pembiayaan
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance kian selektif dalam menyalurkan pembiayaan di tengah kenaikan rasio kredit macet atau Non Performing Financing (NPF).

Per Juli 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan NPF Gross perusahaan pembiayaan berada di level 3,03%. Angka ini naik tipis dari posisinya di bulan Juni 2026 yang sebesar 3,01%.

Di tengah kondisi ini, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menyatakan tingkat persetujuan pembiayaan (approval rate) perusahaan berada di angka 50% per Agustus 2026.

Menurut Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman angka tersebut menunjukkan bahwa approval rate masih sesuai dengan risk appetite perusahaan yang mengutamakan kualitas aplikasi dan profil risiko calon debitur.

Baca Juga: Brilliant Bazaar Terima Pelunasan Utang dengan Saham Bank Mayapada (MAYA)

"Pancapaian tersebut sebagai bagian dari upaya kami dalam menjaga kualiltas portofolio pembiayaan di tengah dinamika kondisi ekonomi dan industri saat ini," ujarnya kepada Kontan, Selasa (15/9/26).

Di sisi lain, meskipun kenaikan NPF tetap menjadi salah satu indikator perusahaan dalam proses penyaluran pembiayaan. Namun, kebijakan selektif kredit perusahaan tetap bertopang pada prinsip kehati-hatian dan konsisten dalam mengelola risiko agar kualitas aset tetap terjaga sehat.

Oleh karena itu, proses akuisisi nasabah juga senantiasa dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan profil dan kemampuan pembayaran nasabah.

Selain itu, seleksi kredit yang prudent juga bisa membantu menjaga kualitas pembiayaan dengan menekan risiko sejak awal. Namun, menurutnya kualitas pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat approval rate saja, tetapi juga pengelolaan portofolio secara keseluruhan.

Oleh kerena itu, perusahaan juga mengimbangi upaya selektivitas pembiayaan dengan memperkuat pemantauan portofolio secara konsisten, efektivitas proses collection, serta deteksi dini terhadap potensi pembiayaan bermasalah. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik nasabah.

Kendati begitu, perusahaan mengakui penyaluran pembiayaan yang lebih selektif bisa memengaruhi volume pembiayaan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Premi Bancassurance Tembus Tumbuh 17,9% per Juni, Jadi Motor Utama Asuransi Jiwa

"Namun, dampaknya terhadap kualitas pembiayaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat approval rate," katanya.

CNAF menegaskan bahwa pertumbuhan yang sehat dan berkualitas tetap menjadi prioritas utama mereka.

Sementara itu, di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis, ia tetap melihat adanya peluang pertumbuhan pada segmen dan konsumen yang memiliki profil sesuai risk appetite perusahaan.

Pada semester II-2026, CNAF akan terus memperkuat kualitas portofolio melalui pemantauan pembiayaan secara berkala, peningkatan efektivitas proses collection, serta deteksi dini terhadap potensi pembiayaan bermasalah.

Selain itu, mereka juga akan terus menyesuaikan strategi bisnis seraya memantau perkembangan kondisi pasar agar kualitas aset dan pertumbuhan pembiayaan bisa berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×