Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 62,19 triliun per Juli 2026. Nilainya terkontraksi 12,71%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Meski terkontraksi, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman memperkirakan peluang penerbitan surat utang multifinance masih terbuka hingga akhir 2026.
"Hal itu seiring dengan perkembangan kondisi pasar keuangan dan kebutuhan pendanaan industri multifinance," ungkapnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9/2026).
Baca Juga: RUPSLB Bank Bumi Arta (BNBA) Rombak Pengurus, Berikut Rinciannya
Sementara itu, Agusman juga sempat mengatakan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate berpotensi mempengaruhi penerbitan surat utang perusahaan multifinance. Dia bilang kenaikan BI Rate bisa meningkatkan biaya dana atau cost of fund.
Alhasil, kondisi tersebut bisa membuat perusahaan multifinance lebih hati-hati dalam menerbitkan surat utang ke depannya. Dalam menyikapi kondisi tersebut, Agusman menyampaikan perusahaan multifinance perlu memperkuat pengelolaan risiko suku bunga, antara lain melalui diversifikasi sumber pendanaan dan penguatan efisiensi pendanaan.
Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga menilai ditahannya BI rate yang masih berada di level 5,75% belum menjadi momentum kuat bagi multifinance untuk menerbitkan surat utang.
Baca Juga: BCA Tutup Permanen Layanan Online Kartu Kredit via Website Mulai 22 Oktober 2026
"Ditahannya BI Rate di level 5,75% memang memberikan kepastian yang lebih baik bagi issuer, tetapi belum dapat dikatakan sebagai momentum yang kuat untuk mempercepat penerbitan obligasi," ucap Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin kepada Kontan.
Ahmad menambahkan, keputusan hold mengurangi risiko kenaikan biaya dana lebih lanjut dalam jangka sangat pendek, tetapi level biaya pendanaan tetap jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Dalam kondisi seperti itu, dia bilang penerbitan kemungkinan tetap dilakukan secara selektif, terutama oleh perusahaan multifinance dengan kebutuhan refinancing, rating kuat, dan akses investor yang baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














