kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Simpanan Nasabah Kaya Makin Menggunung di Perbankan


Rabu, 24 Juni 2026 / 18:56 WIB
Simpanan Nasabah Kaya Makin Menggunung di Perbankan
ILUSTRASI. Berdasarkan data LPS, total simpanan di rekening bersaldo di atas Rp 5 miliar telah tumbuh 21,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Mei 2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simpanan nasabah kelas atas di bank semakin menumpuk tinggi. Meski perekonomian sedang tertantang, nasabah kaya tetap bisa menumbuhkan jumlah simpanannya.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat per Mei 2026, jumlah rekening dengan saldo di atas Rp 5 miliar hanya ada kurang dari 0,1% dari total rekening di bank.

Akan tetapi, nominal simpanan yang ada di tier atas ini menguasai 58,3% dari total seluruh simpanan perbankan. Rasio itu lebih tinggi dibandingkan Mei 2025 yang sebesar 54,5%.

Baca Juga: Outstanding Kredit Pensiunan Bank BPD DIY Capai Rp 836 Miliar Hingga Mei 2026

Adapun dari pertumbuhannya per Mei 2026, total simpanan di rekening bersaldo di atas Rp 5 miliar telah tumbuh 21,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka pertumbuhan itu berbanding sangat jauh dari tier simpanan lainnya yang tumbuh kurang dari 5% secara tahunan.

Ekonom Bank Tabungan Negara Myrdal Gunarto mengatakan, melonjaknya simpanan nasabah kelas atas di tengah gejolak ekonomi ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah pendapatan mereka yang terhitung jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan konsumsi.

"Ini berarti kenaikan harga barang alias inflasi tidak banyak menguras proporsi pendapatan mereka. Pendapatan yang siap ditabung (disposable income) mereka tetap bersisa dalam jumlah besar," kata Myrdal saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).

Dengan begitu, Myrdal menyebut gejolak perekonomian tidak berdampak terlalu besar bagi simpanan orang-orang kaya bila dibandingkan dengan masyarakat kelas menengah-bawah.

Selain itu, Myrdal menambahkan, kenaikan bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,75% membuat banyak nasabah kaya ingin mengambil keuntungan dengan menempatkan lebih banyak dananya pada deposito perbankan.

Pada umumnya, Myrdal menyebut, nasabah kaya memiliki nilai tawar yang tinggi terhadap bank. Mereka biasanya mendapatkan special rate (suku bunga khusus) yang jauh di atas bunga simpanan nasabah umum.

Dengan tingkat imbal hasil yang tinggi dan minim risiko, dana yang disimpan nasabah kaya pada bank akan terus tumbuh melampaui tingkat inflasi. Alhasil, nilai simpanan mereka akan terus melimpah ruah.

Dari sisi perbankan, PT Bank Central Asia Tbk juga mencatatkan pertumbuhan pada simpanan nasabah kelas atasnya.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn menyampaikan, hingga Maret 2026, total nilai simpanan dari nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar tumbuh 17% yoy.

Baca Juga: OJK Ungkap Sejumlah Tantangan Penerapan Co-Sharing pada Asuransi Kredit

Sedangkan, Hera mencatat jumlah rekening dari tier simpanan ini juga meningkat sampai 14% yoy.

"Pada umumnya, pertumbuhan simpanan dan dana pihak ketiga (DPK) akan bergantung pada sejumlah variabel makroekonomi, baik yang berasal dari kondisi eksternal maupun kondisi domestik," kata Hera.

Meningkatnya dana nasabah kaya juga memunculkan potensi bisnis bagi bank, terutama melalui layanan pengelolaan aset alias wealth management. 

Sementara itu, PT Bank DBS Indonesia menjadi salah satu bank yang gencar mendorong pertumbuhan layanan wealth management. Lewat layanan ini, bank berperan mengelola dana dari nasabah kelas atas alias affluent agar terus bertumbuh.

Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product DBS Indonesia Natalina Syabana bilang, segmen nasabah affluent memiliki tingkat pertumbuhan dana yang tinggi dan cepat.

Sebab itu, Natalina menyebut minat perbankan untuk memacu bisnis di segmen nasabah ini pun menjadi kian tinggi.

Baca Juga: OJK: Industri Asuransi Masih Mampu Redam Risiko Pelemahan Rupiah

"Kita punya research segmen affluent itu kecil memang hanya 1% dari populasi, tapi menguasai lebih dari 70% aset likuid," ucapnya.

Natalina mengatakan, peluang pertumbuhan dari aset nasabah affluent masih sangat besar ke depannya, sehingga bank juga punya peran yang besar untuk mengelola dana tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×