kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Bos BPJS Kesehatan: 283,87 Juta Masyarakat Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan


Selasa, 10 Februari 2026 / 14:29 WIB
Diperbarui Selasa, 10 Februari 2026 / 14:34 WIB
Bos BPJS Kesehatan: 283,87 Juta Masyarakat Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan
ILUSTRASI. Pasien BPJS Kesehatan di Bekasi, Jawa Barat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti mencatat sebanyak 283,87 juta masyarakat Indonesia sudah tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan. 

Menurut Ali, tidak semua negara bisa memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakatnya. Bahkan menurut dia, beberapa negara maju seperti Jerman butuh waktu 127 tahun untuk memberikan 85% masyarakatnya bantuan asuransi kesehatan.  

"Di Indonesia ini luar biasa, 99% di 473 kabupaten/kota di 35 provinsi sudah Universal Health Coverage (UHC) semuanya," ujar Ali dalam rapat bersama DPR RI, di gedung parlemen, Senin (9/2/2026). 

Baca Juga: Dirut dan Komisaris DSI Ditahan, Bareskrim Pastikan Penelusuran Aset Tetap Berjalan

Menurut Ali, masih banyak masyarakat yang salah persepsi bahwa biaya kesehatan itu murah padahal hal itu terjadi karena biaya tersebut ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

Ali juga mengatakan transformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dimatangkan. Salah satunya memberikan uang muka pelayanan kepada rumahsakit. 

Sebelumnya biaya rumah sakit diberikan di akhir. Sehingga sempat ada isu masyarakat dengan peserta BPJS Kesehatan kerap dikesampingkan. 

Dalam upaya peningkatan layanan, BPJS Kesehatan bersama dengan Kementerian Kesehatan juga menaikkan tarif kepesertaan di tahun 2023. 

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mempermudah akses layanan BPJS Kesehatan hanya menggunakan KTP.  "Dulu nggak bisa, ini seluruh Indonesia, tidak semua negara ASEAN bisa. Dan ini cepat," ujar Ali. 

Transformasi ini menurut Ali, turut meningkatkan jumlah rumah sakit yang ingin bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. 

Ali mengklaim pada tahun 2014 jumlah rumah sakit yang melayani peserta BPJS Kesehatan terbatas hanya mencapai 1.681 rumah sakit di seluruh Indonesia. Kemudian saat ini bertambah menjadi lebih dari 3.000 rumahsakit terdaftar menjadi mitra BPJS Kesehatan. 

Baca Juga: Sepanjang 2025, Aset Dana Pensiun Naik Capai Rp 1.679,46 Triliun

Selanjutnya: Nikkei dan Topix Tutup di Rekor Tertinggi Selasa (10/2), Optimisme Takaichi Trade

Menarik Dibaca: Perluas Akses Investasi, Maybank AM Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×