Reporter: Issa Almawadi | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BRI) memastikan diri untuk melebarkan sayap bisnisnya hingga ke Timor Leste. Di negara yang baru terbentuk pada 2002 itu, bank spesialis kredit mikro berharap bisa punya kantor cabang penuh.
Asmawi Syam, Direktur Utama BRI mengungkapkan, realisasi pembukaan kantor di Timor Leste akan berlangsung pada tahun depan. "Kami sudah bicara dengan otoritas keuangan di sana. Kami harapkan bisa punya kantor cabang penuh (full branch)," terang Asmawi, Senin (14/12).
Haru Kusmahargyo, Direktur Keuangan BRI menambahkan, nilai investasi untuk buka kantor di Timor Leste berkisar US$ 2-US$ 4 juta. Jika mengacu pada kurs tengah BI per Selasa (15/12) Rp 14.065 per dollar AS, maka nilai investasi yang kudu digelontorkan BRI Rp 28,13 miliar hingga Rp 56,26 miliar.
Asmawi mengatakan, BRI berharap bisa merealisasikan pembukaan kantor Timor Leste paling lambat di semester I 2016 atau paling cepat di kuartal I 2016. Di sana, BRI bakal mengincar potensi bisnis dari sektor komoditas. "Seperti kopi, pertanian, dan lainnya," ucap Asmawi.
Rencana BRI mengembangkan kantor di negara dengan ibukota Dili itu tak lepas dari sejarah. Menurut Asmawi, BRI juga pernah punya kantor saat Timor Leste masih menjadi provinsi Indonesia Timor Timur. Bahkan, kata Asmawi, kinerja kantor BRI saat itu terbilang baik.
"Dulu kinerja BRI di sana bagus. Jadi, kami akan buka lagi," ujar Asmawi.
Jika terealiasi, pembukaan kantor di Timor Leste bakal menambah portofolio kantor luar negeri BRI. Sebelumnya, BRI sudah merealisasikan pembukaan kantor di Singapura.
Sebelumnya, BRI telah memiliki beberapa unit kerja luar negeri di beberapa negara, yakni BRI New York Agency, BRI Cayman Island Branch, Hongkong Representative Office, dan BRI Remittance Hongkong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













