Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BRI Multifinance Indonesia alias BRI Finance mencatatkan kinerja yang apik pada awal tahun 2026.
Per Februari 2026, BRI Finance telah membukukan kenaikan penyaluran pembiayaan sebesar 42,98% secara tahunan. Sayangnya pihaknya tidak memaparkan detil nilai penyaluran pembiayaannya.
Data terakhir BRI Finance per Juni 2025, total aset BRI Finance mencapai Rp 6,6 triliun dengan pembiayaan investasi Rp 1,3 triliun, pembiayaan modal kerja Rp 107 miliar, dan pembiayaan multiguna Rp3,8 triliun. Sementara itu, total pinjaman yang diterima adalah sebesar Rp 3,9 triliun.
Baca Juga: Penempatan Dana Rp 100 Triliun ke Perbankan Justru Berisiko Terhadap Likuiditas
"Capaian ini mencerminkan masih terjaganya permintaan pembiayaan serta efektivitas strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan," ujar Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan kepada Kontan Kamis (26/3/26).
Adapun salah satu penopang utama kinerja tersebut berasal dari pembiayaan mobil baru.
Segmen ini menyumbang sekitar 38,53% terhadap total portofolio pembiayaan perusahaan, dengan lonjakan penyaluran yang mencapai 393,03% secara tahunan per Februari 2026.
Menurutnya kinerja pembiayaan jelang berakhirnya kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang cukup positif.
Hal itu didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi pada awal tahun dan permintaan terhadap pembiayaan yang masih stabil,
Kondisi ini membuat Wahyudi optimistis BRI Finance mampu memenuhi target Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang telah memproyeksikan pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance mencapai 6%–8% pada 2026.
Untuk itu, ia menegaskan bahwa pada kuartal selanjutnya perusahaan telah berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan mitra strategis.
Baca Juga: Adira Finance Salurkan Pembiayaan Rp 8 Triliun pada Februari 2026
Mereka juga berupaya untuk terus mengoptimalkan kanal pemasaran dan fokus pada segmen pembiayaan yang dinilai memiliki prospek baik.
"(BRI Finance) tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan selektivitas guna menjaga kualitas portofolio dan pertumbuhan yang berkelanjutan," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













