kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Cost of Fund Turun, Adira Finance Masih Timbang Penurunan Bunga Pembiayaan


Selasa, 10 Februari 2026 / 15:45 WIB
Cost of Fund Turun, Adira Finance Masih Timbang Penurunan Bunga Pembiayaan
ILUSTRASI. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencermati adanya tren penurunan biaya dana (cost of fund) seiring turunnya suku bunga acuan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencermati adanya tren penurunan biaya dana (cost of fund) seiring turunnya suku bunga acuan. 

Meski demikian, penurunan bunga kredit dari perbankan yang masih berlangsung secara bertahap membuat ruang penurunan bunga pembiayaan kepada konsumen belum sepenuhnya optimal.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan, penurunan suku bunga acuan telah berdampak pada cost of fund perusahaan yang menunjukkan tren menurun. Namun, dalam menentukan suku bunga pembiayaan kepada nasabah, perusahaan tidak hanya mempertimbangkan biaya dana.

"Penurunan suku bunga acuan telah berdampak pada cost of fund perusahaan yang menunjukkan tren penurunan," kata Gani kepada Kontan, Senin (9/2/2026).

Baca Juga: WOM Finance Proyeksikan Pertumbuhan Piutang Pembiayaan Bersih Capai 6% pada 2026

Menurutnya, Adira Finance juga memperhatikan sejumlah faktor lain, seperti tingkat kompetisi di pasar, kondisi likuiditas kredit perbankan, serta dinamika pasar modal. Hal ini mengingat sumber pendanaan perusahaan tidak hanya berasal dari perbankan, tetapi juga dari penerbitan obligasi dan sukuk.

Di sisi penyaluran pembiayaan, hingga Desember 2025 Adira Finance mencatat pembiayaan baru sebesar Rp 43 triliun. Dari total tersebut, sekitar 70% berasal dari pembiayaan otomotif, sementara sisanya merupakan pembiayaan non-otomotif.

Ke depan, perusahaan masih mencermati perkembangan biaya dana, kondisi pasar, serta risiko kredit dalam menentukan arah suku bunga pembiayaan.

Baca Juga: Adira Finance Nilai Pertumbuhan Pembiayaan Multifinance 2026 Terkait Sektor Otomotif

Selanjutnya: Geopolitik Global Memanas, Indonesia Dorong Diversifikasi Pasar dan Integrasi ASEAN

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Minyak Goreng Hemat 10-11 Februari 2026, Mulai Rp 29.000-an

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×