kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BRI harus kembali fokus menjadi bank UMKM


Rabu, 15 Oktober 2014 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Manfaat Buah Stroberi untuk Kecantikan Kulit.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono mengimbau, baiknya PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk untuk kembali kepada khittah-nya sebagai bank rakyat. Hal itu merupakan salah satu dari tujuh skenario besar sebagai langkah strategis agar Indonesia memiliki bank berkelas dunia.

Tujuh skenario besar ini merupakan bagian dari strategi penataan lansekap perbankan nasional guna mewujudkan cita-cita Indonesia memiliki bank besar yang mampu bersaing di wilayah perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara atau Asean hingga global.

Menurut Sigit, BRI harus melakukan re-fokus menjadi bank usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan bank yang mendukung pembangunan sektor pertanian dan perikanan.

"Semua portofolio kredit korporasi BRI diserahkan atau dijual kepada megamerger BNI-Mandiri. Sebaliknya, portofolio kredit UMKM BNI-Mandiri diserahkan atau dijual kepada BRI," kata Sigit dalam peluncuran buku berjudul 'Mimpi Punya Bank Besar' di Jakarta, Rabu (15/10).

Menurut Sigit, Indonesia harus menyiapkan sedikitnya tujuh skenario besar konsolidasi perbankan nasional agar mampu bersaing di pasar regional Asia Tenggara bahkan hingga tingkat global. Tujuh skenario besar ini merupakan bagian dari strategi penataan lansekap perbankan nasional, yang dirumuskan dalam suatu cetak biru perbankan nasional Indonesia.

"Langkah ini semakin mendesak dan relevan menyongsong diterapkannya integrasi pasar Masyarakat Ekonomi Asean pada Desember 2015 dan khusus untuk perbankan, MEA diterapkan pada 2019," ucap Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×