kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

BRI jawara jaringan mesin ATM


Sabtu, 06 Februari 2016 / 13:05 WIB
BRI jawara jaringan mesin ATM


Berita Terkait

Reporter: Issa Almawadi, Nina Dwiantika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rencana pemerintah menggabungkan jaringan automated teller machine (ATM) bank pelat merah tak menahan rencana ekspansi bank. Sebab, selain menarik nasabah, luasnya jaringan mesin ATM mendatangkan pendapatan komisi (fee based income) bagi bank.

Hingga akhir tahun lalu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyandang gelar sebagai bank jawara mesin ATM. Jumlah mesin ATM BRI mencapai 22.792 unit, melampaui tiga bank kompetitor.


Sepanjang tahun lalu, BRI menambah 2.000 unit mesin ATM. Tahun ini, BRI berencana mempertahankan gelar bank dengan jaringan ATM terbanyak.

Sekretaris Perusahaan BRI Hari Siaga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 4,5 triliun untuk pengadaan ATM. Perinciannya, BRI akan menambah 1.500 unit ATM biasa dan 60 unit ATM tenaga surya pada tahun ini.

Puluhan ATM tenaga surya akan ditempatkan di daerah yang minim pasokan listrik, seperti wilayah Indonesia Timur. Dus, BRI menargetkan memiliki 24.352 mesin ATM pada akhir 2016.

Terus tambah

Senada, Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri Tbk Rohan Hafas menyampaikan, pihaknya akan menambah 1.554 unit ATM di tahun ini. Bank Mandiri menyediakan bujet lebih dari US$ 25 juta untuk membeli ribuan ATM.

Bank berlogo emas ini juga akan melakukan penggantian 500 mesin ATM non tunai dan modernisasi 314 mesin ATM tunai. Rohan bilang, pengadaan ATM baru tersebut hanya untuk ATM Bank Mandiri. "Untuk pengadaan ATM Himbara, kami masih menunggu kesepakatan lebih lanjut bank-bank BUMN," jelas Rohan.

Sedikit berbeda, Adi Sulistyowati, Direktur Jaringan dan Layanan Bank Negara Indonesia (BNI) bilang, BNI hanya menambah 850 mesin ATM pada tahun ini. Jumlah ini merosot separuh dari realisasi penambahan 2.000 unit ATM pada tahun lalu.

Alasan BNI, menyesuaikan diri dengan rencana konsolidasi ATM bank BUMN. Tahun ini, BNI fokus menambah untuk melayani kerjasama dengan nasabah korporasi yang memerlukan mesin ATM.

Tahun ini, bank masih berlomba-lomba memperkuat jaringan untuk meraih cuan. "BRI menargetkan peningkatan fee based dari penambahan jaringan ATM," kata Hari kepada KONTAN, Jumat (5/2).

Volume transaksi ATM BRI naik 14,5% menjadi 1,68 miliar per akhir 2015 dengan nilai transaksi tumbuh 10,9% menjadi Rp 1.056 triliun. Senada, Bank Mandiri berharap dapat membukukan pertumbuhan transaksi ATM sekitar 20% pada tahun ini. Sementara fee based dari transaksi ATM ditargetkan mampu tumbuh pada kisaran 20% di tahun ini. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×