kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BRI mengincar fee Rp 75 M dari branchless banking


Kamis, 20 Juni 2013 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Pahami! Inilah 4 Hal Penting untuk Merawat Kulit Sensitif


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa |

JAKARTA. Program bank tanpa kantor cabang atau branchless banking dianggap punya potensi besar oleh perbankan. Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank ini bahkan yakin dapat mengantongi fee based income sebesar Rp 75 miliar dari branchless banking yang bernama T-Bank ini.

"Ini target kami di tahun pertama menjalankan branchless banking. Tapi kita optimis bila melihat kondisi uji coba saat ini," ucap Direktur Konsumer BRI, Toni Soetirto, di Thamrin City, Kamis, (20/6).

Pasalnya, BRI berhasil menarik 1.782 pengguna produk bank tanpa cabangnya. Jumlah tersebut didapat hanya dalam waktu 2 minggu ketika uji coba branchless banking ini dilakukan. Bank Indonesia (BI) telah menentukan, uji coba ini akan berjalan dari bulan Mei sampai November.

BRI menyasar 2 Provinsi dalam uji coba branchless banking, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Tengah, ini meliputi 3 Kecamatan yakni Ayah, Sempor, dan Karanggayam. Sedangkan di Jawa Timur yaitu Ronggojampi, Sempu, dan Muncar.

Setelah uji coba ini usai, BRI akan memperluas program branchless banking ke seluruh daerah di Indonesia. Toni menyebut, pihaknya bahkan merasa mampu menjaring 2 juta rekening T-Bank.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×