kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.762   53,00   0,30%
  • IDX 6.517   -0,87   -0,01%
  • KOMPAS100 849   1,06   0,13%
  • LQ45 643   1,27   0,20%
  • ISSI 228   -0,81   -0,35%
  • IDX30 360   1,15   0,32%
  • IDXHIDIV20 441   2,88   0,66%
  • IDX80 97   0,10   0,11%
  • IDXV30 123   1,36   1,12%
  • IDXQ30 115   0,52   0,46%

BRI Pertahankan UMKM Jadi Core Business, Penyaluran Rp 1.235 Triliun di Semester I


Senin, 31 Agustus 2026 / 13:21 WIB
BRI Pertahankan UMKM Jadi Core Business, Penyaluran Rp 1.235 Triliun di Semester I
ILUSTRASI. BRI tetap menjadikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai mesin utama bisnis di tengah strategi diversifikasi sumber pertumbuhan  (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap menjadikan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai mesin utama bisnis di tengah strategi diversifikasi sumber pertumbuhan perseroan.

Hingga akhir Juni 2026, kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6% secara tahunan (yoy) dan mencakup sekitar 75,1% dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, besarnya porsi kredit UMKM tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis yang dilakukan perseroan tidak mengubah fokus BRI sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun pada Semester I-2026, Ini Pendorongnya

Menurutnya, penguatan segmen konsumer, small-medium-commercial, korporasi, hingga pengembangan new core dilakukan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih terdiversifikasi. Namun, UMKM tetap menjadi fondasi utama bisnis BRI.

"BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Hery dalam pemaparan kinerja perseroan, Senin (31/8/2026).

Hery mengatakan, ekspansi bisnis BRI akan tetap diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat kapasitas UMKM di Indonesia.

Komitmen BRI terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui pembiayaan. Perseroan juga membangun ekosistem pemberdayaan secara end-to-end, mulai dari tingkat desa, komunitas usaha, hingga pelaku UMKM secara individual.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Sementara itu, program Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44.000 klaster usaha.

BRI juga memperluas pemberdayaan melalui platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Baca Juga: DPK Perbankan Melambat, Bank Mulai Genjot Dana Murah

Adapun pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596.000 pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Ekosistem pemberdayaan tersebut melengkapi peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan, termasuk melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sepanjang Januari-Juni 2026, BRI telah menyalurkan KUR Rp 103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.

Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI telah mencapai Rp 1.539 triliun kepada sekitar 48,4 juta nasabah.

Hery menegaskan, pendekatan tersebut mencerminkan peran BRI yang tidak hanya menjadi financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

 

"Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas," kata Hery.

Menurut dia, integrasi UMKM ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar menjadi salah satu fokus BRI dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan perseroan tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, kredit maupun laba, tetapi juga dari dampak pembiayaan dan pemberdayaan terhadap pelaku usaha dan ekonomi masyarakat.

"Pada akhirnya, keberhasilan BRI tidak hanya kami ukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba. Yang juga penting adalah seberapa besar pertumbuhan tersebut mampu menciptakan nilai, membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkembang, dan menggerakkan ekonomi masyarakat," pungkas Hery.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×