Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebesar Rp 10,6 triliun hingga Juli 2026. Nilai tersebut setara 88,3% dari target penyaluran Rp 12 triliun yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Dari sisi jumlah penerima, realisasi penyaluran KUR Perumahan BRI telah mencapai 77.592 unit atau sekitar 167% dari target 46.230 unit. Dengan capaian tersebut, BRI menjadi bank dengan realisasi penyaluran KUR Perumahan terbesar dalam Program 3 Juta Rumah.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi bilang capaian penyaluran KUR Perumahan bank sudah mendekati target sehingga pemerintah berencana meningkatkan target ke depan.
"Untuk KUR Perumahan sendiri, pencapaian BRI sudah mendekati 89%. Karena itu target ke depan juga akan ditingkatkan," ujar Hery dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).
Selain KUR Perumahan, BRI juga terus menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga 20 Juli 2026, realisasi FLPP yang telah disalurkan BRI mencapai 19.075 unit.
Baca Juga: Penyaluran KUR BRI Capai Rp 84,36 Triliun per Mei 2026
Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kinerja BRI yang dinilai menjadi bank dengan capaian penyaluran KUR Perumahan tertinggi dibandingkan perbankan lainnya.
"Capaiannya yang paling tinggi dari semua KUR adalah KUR Perumahan. Dan KUR Perumahan yang paling tinggi itu adalah pencapaian kinerja Bank BRI," ujar Maruarar.
Ia mengungkapkan, target nasional KUR Perumahan tahun ini mencapai 88.535 unit dengan plafon Rp 50 triliun. Dari jumlah tersebut, BRI mendapat alokasi target sebanyak 46.230 unit atau sekitar 52,2% dari target nasional. Dari sisi plafon pembiayaan, porsi target BRI mencapai 24% dari total nasional.
Baca Juga: BRI Bakal Dapat Tambahan Kuota KUR Perumahan 2026, Penyaluran Tembus Rp 9,2 Triliun
Tak hanya itu, dalam keseluruhan Program 3 Juta Rumah, BRI juga memperoleh mandat pembiayaan sebanyak 148.535 unit atau sekitar 34,5% dari target nasional sebesar 430.535 unit.
Hery optimistis target penyaluran KUR Perumahan hingga akhir tahun dapat tercapai. Menurutnya, tingginya minat masyarakat didorong oleh bunga KUR Perumahan yang hanya 6% per tahun sehingga cicilan tetap terjangkau.
"KUR Perumahan adalah program bersubsidi. Jadi, pricing atau bunga yang diberikan kepada nasabah hanya 6% per tahun atau sekitar 0,5% per bulan. Hal tersebut membuat masyarakat antusias. Kalau kita lihat, pertumbuhan penyalurannya juga cukup tinggi dan saya rasa akan terus berlanjut sampai akhir tahun," tutup Hery.
Baca Juga: Penyaluran KPR Subsidi dan KUR Perumahan BRI Capai Rp 13,8 Triliun hingga Juni 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














