kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

BNI Kantongi Laba Rp 14,32 Triliun, Tumbuh 6,9% per Agustus 2026


Selasa, 15 September 2026 / 19:35 WIB
BNI Kantongi Laba Rp 14,32 Triliun, Tumbuh 6,9% per Agustus 2026
ILUSTRASI. Tabungan Valas: Teller menghitung mata uang US Dollar di Bank BNI (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil menggenjot laju pertumbuhan kinerjanya jelang akhir kuartal III tahun ini.

Hingga Agustus 2026, emiten bank berkode saham BBNI ini meraup laba bersih secara bank only sebanyak Rp 14,32 triliun, tumbuh 6,89% secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Menengok laporan keuangan bulanannya, kinerja ini di antaranya ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14,33% yoy menjadi Rp 28,87 triliun.

Baca Juga: Risiko Kredit Macet Pinjol 4,32% per Juli 2026, Usia 19-34 Tahun Mendominasi

Memang, pendapatan bunga bank sendiri tumbuh 17,07% yoy menjadi Rp 51,55 triliun, meski beban bunga sebenarnya juga naik 20,76% yoy menjadi Rp 22,68 triliun. 

Dari sisi operasional lainnya, beban impairment BNI selama juga delapan bulan pertama tahun ini naik 26,9% yoy menjadi Rp 5,92 triliun. Di sisi lain, pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi tumbuh 11,62% yoy menjadi Rp 7,46 triliun. 

Dus, laba operasional bank hanya tumbuh 9,56% yoy menjadi Rp 17,72 triliun. 

Dari sisi intermediasi, nilai kredit yang disalurkan BNI secara bank only mencapai Rp 977,17 triliun atau tumbuh sampai 27,14% yoy. Sejalan dengan itu, total aset bank bertambah 23,61% yoy menjadi Rp 1.434,11 triliun. 

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) BNI tumbuh subur 29,4% yoy menjadi Rp 1.124,71 triliun. Namun, pertumbuhan ini lebih ditopang oleh dana mahal, dengan catatan lonjakan deposito sebesar 63,75% yoy menjadi Rp 389,94 triliun. 

Namun giro juga berhasil tumbuh 20,76% yoy menjadi Rp 442,62 triliun sementara tabungan tumbuh 10,46% yoy menjadi Rp 292,13 triliun. Dus, total dana murah (CASA) bank naik 16,44% yoy menjadi Rp 734,76 triliun. 

Dengan begitu, rasio pendanaan terhadap kredit (loan to deposit ratio/LDR) BNI ada di posisi 86,88%, relatif lebih longgar ketimbang posisi 88,43% pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Optimisme Bisnis Perbankan Turun di Kuartal III-2026, Makroekonomi Jadi Perhatian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×